KABAR MADURA | Sekretaris MUI Sumenep, Ustaz H. Mustafa, mengingatkan umat Islam agar menjaga kesabaran dan kedisiplinan selama menjalankan ibadah puasa. Menurutnya, menahan lapar dan dahaga saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan pengendalian emosi.
“Puasa itu bukan hanya menahan makan dan minum, tapi juga menahan amarah. Jangan mudah marah agar pahala puasa tetap utuh,” ujarnya saat dimintai pandangan, Senin (23/02/2026).
Ustaz Mustafa menegaskan, Ramadan adalah momentum pendidikan spiritual. Sabar menjadi inti dari ibadah puasa karena di situlah letak ujian sebenarnya. Ia mengingatkan bahwa pertengkaran, caci maki, hingga sikap emosional bisa mengurangi nilai ibadah.
Menurutnya, disiplin juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas puasa. Disiplin waktu salat, tadarus Al-Qur’an, hingga menjaga lisan dari perkataan yang menyakiti orang lain merupakan wujud penguatan diri selama Ramadan.
“Kadang orang merasa sudah berpuasa, tapi masih mudah tersulut emosi. Padahal Nabi mengajarkan jika ada yang memancing amarah, katakan saja ‘saya sedang berpuasa’,” jelasnya.
Dia juga mengajak masyarakat Sumenep menjadikan Ramadan sebagai latihan membangun karakter. Kesabaran, kata dia, tidak hanya berdampak pada pahala, tetapi juga mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Kalau semua orang sabar dan tidak marah-marah, suasana Ramadan akan terasa lebih damai. Itu yang kita harapkan,” tambahnya.
Ustaz Mustafa berharap umat Islam tidak sekadar mengejar formalitas ibadah, melainkan benar-benar menjaga sikap dan perilaku.
“Dengan demikian, puasa bukan hanya sah secara syariat, tetapi juga bernilai sempurna di sisi Allah SWT,” pungkasnya. (ara/waw)





