KABAR MADURA | Seorang warga Pamekasan yang bermukim di Surabaya terpapar Covid-19. Namun, setelah ditracing, yang bersangkutan tidak pernah melakukan kontak erat dengan orang terdekatnya yang saat ini tinggal di Pamekasan.
Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Avira Sulistyowati, Kamis (17/7/2025).
Secara umum warga yang tinggal di Pamekasan tidak seorang pun yang terpapar Covid-19, kata Avira. Tapi, karena sudah ditemukan sekitar 50 kasus di Surabaya yang salah satunya beralamatkan Pamekasan.
Atas kondisi tersebut, pihaknya sudah melakukan tracing terhadap orang terdekat warga Pamekasan yang sudah lama tinggal di Surabaya itu. Hasilnya sampai saat ini tergolong nihil.
“Jadi KTP-nya Pamekasan, dia sudah tinggal lama di Surabaya,” tegasnya.
Avira mengatakan, pemeriksaan terhadap warga yang sakit di berbagai faskes di Pamekasan sudah dilakukannya, tapi lagi-lagi tidak ada satu pun yang terindikasi kena Covid-19.
Kendati demikian, dia meminta warga Pamekasan harus tetap waspada dan tetap menjaga pola hidup sehat. Bahkan, Dinkes Pamekasan sudah membentuk tim gerak cepat, supaya ketika ada kasus bisa ada langkah konkret.
“Kami akan gerak cepat kalau misal ada laporan kasus,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Khairul Umam menyampaikan, terdatanya seorang warga Pamekasan terpapar Covid-19 perlu menjadi perhatian OPD terkait, supaya bisa mengedukasi masyarakat. Artinya, jangan sampai timbul ketakutan baru dengan adanya covid-19.
“Jadi edukasinya jangan sampai membangun ketakutan baru, sehingga masyarakat tertekan secara psikologis dari pada mau hidup sehat,” tukasnya. (rul/nam)





