KABAR MADURA | Program Smart Village atau desa pintar di Sampang kembali menuai sorotan. Pasalnya, dalam program tersebut, setiap desa diwajibkan mengalokasikan Dana Desa (DD) 2025 sebesar Rp15 juta untuk satu unit komputer dan Rp5 juta untuk aplikasi pendukung.
Komputer yang dipilih dalam program tersebut diketahui bermerk Lenovo tipe all in one dengan layar LED panel 21,5 inci, prosesor Intel Core i5-12450H, RAM 8GB, dan SSD 512GB. Meski masuk kategori generasi ke-12, spesifikasi tersebut dianggap standar dan tidak sebanding dengan harga yang ditetapkan.
Penjual komputer asal Kecamatan Sampang berinisial NH menilai anggaran itu terlalu tinggi dibandingkan harga pasaran.
“Core i5 sudah seri lama, sudah kurang maksimal juga kalau untuk mengoperasikan aplikasi yang agak berat,” ujarnya, Selasa (19/8/2025).
Menurut pria berusia 42 tahun itu, dengan nominal Rp15 juta seharusnya bisa mendapatkan komputer dengan spesifikasi lebih tinggi dengan kemampuan lebih mumpuni.
“Rp15 juta minimal dapat komputer dengan spesifikasi Core i7 atau kalau rezeki bisa dapat Core i9,” tegasnya.
NH menekankan, jika program tersebut bertujuan mendukung kinerja desa dalam jangka panjang, maka pengadaan perangkat harus mempertimbangkan kualitas agar pemanfaatannya lebih optimal.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang Sudarmanto, mengaku belum melakukan pengecekan terhadap spesifikasi komputer yang digunakan dalam program Smart Village.
“Itu sudah kewenangan masing-masing desa. Tapi kalau ada desa yang mau komplain, silakan sampaikan saja ke kita. Tidak ada masalah,” ujarnya. (yan/din)





