KABARMADURA.ID | SAMPANG-Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang berkewajiban untuk terus memproduksi pangan sesuai dengan potensi yang ada, guna dapat memenuhi kebutuhan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.
Kepala Disperta KP Sampang Suyono menuturkan, untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, instansinya memiliki tugas untuk menghasilkan produk pangan semaksimal mungkin dari potensi lahan yang tersedia.
Kata dia, ada beberapa upaya yang telah dilakukan, melalui program kegiatan yang dilakukan setiap tahun untuk terus bisa meningkatkan produktivitas, meliputi tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan.
“Guna bisa mencapai tujuan ini, kami telah melakukan upaya melalui berbagai kegiatan, di antaranya peningkatan produksi dengan menggunakan benih unggul bersertifikat, dipadukan dengan penerapan pemupukan merimbang yang disupport oleh pupuk subsidi dari Kementan RI dan lain sebagainya,” tuturnya kepada Kabar Madura.
Suyono membeberkan, pada tahun 2023, Kabupaten Sampang mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi mencapai 31 ribu ton, untuk NPK 23 ribu ton, pupuk itulah yang dimanfaatkan atau salurkan kepada para petani dalam rangka menghasilkan produksi yang maksimal.
Sedangkan untuk aspek peternakan, pihak Disperta KP mengupayakan peningkatan produksi melalui peningkatan jumlah populasi, yang ditempuh melalui pelaksanaan program SI KOMANDAN (Sapi Kerbau Komoditi Andalan).
Dalam program SI KOMANDAN, para peternak bisa melakukan inseminasi buatan (IB) melalui petugas-petugas inseminator dengan menghasilkan sapi madrasin. Maka, hingga saat ini, populasi sapi sudah mencapai 246 ribu sapi potong, yang kelahirannya setiap tahun kurang lebih 29 ribu.
Dari sisi peningkatan produksi, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, di antaranya bantuan benih dan semacamnya. Sedangkan efisien biaya usaha tani, sehingga tidak terlalu tinggi, diupayakan melalui bantuan alsintan dan lainnya yang bersumber dari DAU dan APBN.
Hal inilah yang kita lakukan untuk bisa mengurangi beban petani dalam rangka pengolahan tanah. Tahun ini kita sudah menyalurkan bantuan alsintan sekitar 47 traktor kepada sejumlah petani yang bersumber dari DBHCHT.
Untuk peningkatan nilai tambah itu, dengan mengupayakan seluruh produk pertanian dari hulu-hilir diarahkan untuk produksi yang ada itu diolah menjadi produk olahan, sehingga akan mendapatkan nilai tambah, jadi tidak dijual dalam bentuk primer saja.
“Selain meningkatkan produksi melalui penggunaan benih dan pupuk ini, kita juga berkewajiban meningkatkan kesejahteraan para petani melalui peningkatan produksi, efisien biaya tani dan peningkatan nilai tambah,” ungkapnya.
Lebih lanjut Suyono menerangkan, dalam pelaksanaan berbagai program itu, Disperta KP Sampang beberapa kali berhasil memperoleh penghargaan, yakni Disperta KP Sampang dengan kinerja penanganan PMK peringkat 1 se-Jawa Timur, mendapatkan penghargaan petugas inseminator terbaik nomor 2 dan pelaksanaan vaksinasi terbaik di kepulauan se-Madura.
Kemudian penyuluh teladan dan petani kita juga mendapatkan penghargaan lomba krenotek tingkat provinsi sebagai juara dua.
“Berbagai prestasi dan penghargaan itu, berkat kerja keras para petugas yang di lapangan. Semoga kedepannya dapat terus meningkat berbagai capaia dan prestasi yang sudah kita peroleh ini,” beber Suyono.
Untuk mendukung Kabupaten Sampang sebagai kabupaten paling inovatif, setiap tahun digelar lomba inovasi pertanian (Intani), dengan mewajibkan satu petugas lapangan menghasilkan satu inovasi.
Satu PBB menghasilkan minimal satu inovasi, satu puskeswan minimal mengeluarkan satu inovasi. Dari inovasi itulah, nantinya akan diikutkan pada lomba Sabernova (Sampang Berkreasi dan Berinovasi)
Pada tahun 2022 lalu, Disperta KP Sampang menduduki peringkat kedua. Namun demikian, pada tahun 2023, dari sisi kematangan inovasi, Disperta KP berhasil mendapatkan nilai tertinggi sehingga memboyong piala bergilir bupati Sampang
“Hal itu tentunya sangat membanggakan, karena memang para petugas kita, baik penyuluh, inseminator itu sangat kompeten dalam melaksanakan pekerjaannya di lapangan, pungkas Suyono.
Pewarta: Subhan
Redaktur: Wawan A. Husna





