KABAR MADURA | Lima sekolah di Pamekasan dipersiapkan untuk menuju Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi tahun 2025. Bahkan, dua di antaranya sudah dilakukan verifikasi lapangan (verlap) secara online beberapa waktu lalu oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur.
DLH Pamekasan sejatinya telah melakukan pembinaan terhadap 40 sekolah untuk memenuhi kriteria penilaian sekolah adiwiyata. Namun, yang memenuhi standar penilaian hanya lima sekolah.
Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda DLH Pamekasan Slamet Djauhari mengatakan, dua sekolah yang sudah dilakukan verlap tersebut diyakini lolos Sekolah Adiwiyata tahun ini. Pasalnya, tidak ada catatan dan evaluasi yang cukup krusial selama proses verlap.
“Tidak menutup kemungkinan, tiga sekolah yang belum diverlap itu bisa lolos juga, tergantung dari nilai sampelnya,” jelasnya, Kamis (19/6/2025).
Dua sekolah tersebut adalah SD Negeri Panempan 2 Pamekasan dan SD Negeri Pakong 2 Pamekasan. Sedangkan tiga sekolah lainnya yang belum diverlap, SD Negeri Lemper 2 Pamekasan, SD Negeri Sumedangan 2, dan SMP Negeri 1 Pakong.
Proses persiapan menuju verlap sekolah adiwiyata tersebut cukup panjang. Pasalnya, setiap sekolah harus memenuhi standar penilaian, seperti kurikulum yang berbasis lingkungan, pengelolaan sarana dan prasarana yang ramah lingkungan, dan beberapa cakupan kriteria lainnya.
Selamet berharap, melalui sekolah adiwiyata tersebut, sekolah menjadi ramah lingkungan dan para siswa pun diharapkan bisa beradaptasi dan bijak dalam mengelola sampah.
“Sekarang tinggal nunggu hasil pengumumannya. Biasanya Oktober,” tutup Slamet. (nur/zul)





