KABAR MADURA | Tim dosen Universitas Islam Madura (UIM) melaksanakan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Nur Ismail, Dusun Tambak, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Rabu (30/7/2025).
Program bertajuk “One Product One Pesantren: Model Pemberdayaan Ekonomi Pesantren melalui Produk Emping Tette Koin Premium” itu merupakan hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jendral Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Pendanaan 2025.
Tim terdiri atas dosen tetap UIM, yakni Nailah Aka Kusuma, Jamilatul Uyun (Prodi Akuntansi), dan Sustiyana (Prodi Agribisnis), serta melibatkan dua mahasiswa dan 40 santri.
Pengasuh Pesantren Nur Ismail KH. Mohammad Syakir Hidayatullah menilai program ini sebagai langkah penting menjadikan pesantren tidak hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga basis penguatan ekonomi berbasis santri.
“Santri perlu dibekali keterampilan wirausaha. Produk emping tette koin premium ini diharapkan dapat menjadi ikon sekaligus pintu masuk pesantren dalam pengembangan usaha mandiri,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, santri mendapat pelatihan mulai dari produksi emping tette koin, pengemasan premium, hingga strategi pemasaran digital. Model One Product One Pesantren diharapkan mampu memberi nilai tambah pada produk lokal, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang usaha berkelanjutan.
Ketua Tim Pengabdian Nailah Aka Kusuma menegaskan, program ini menjadi wujud konkret sinergi dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat.
“Harapannya, santri tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga menguasai aspek branding, pemasaran, hingga distribusi. Dengan demikian, produk emping tette koin premium bisa menembus pasar yang lebih luas,” ungkapnya. (nur/zul)





