Dosen UNIBA Madura Fasilitasi Peningkatan Kapasitas Manajemen Usaha BUMDes Mutiara Saghara Bunder Pamekasan

Uncategorized114 views

KABAR MADURA |  Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura menggelar pelatihan pengelolaan manajemen usaha di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Rabu (11/9/2024). Pelatihan dengan konsep Business Integrative Sustainable itu, dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan potensi yang ada di desa setempat.

Dosen UNIBA Madura Ach. Zuhri, M.E mengatakan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mutiara Saghara Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Pamekasan,
memiliki beberapa potensi usaha. Diantaranya, eduwisata garam dan kristalisasi garam.

Menurutnya, kedua potensi itu perlu dioptimalkan dalam proses pengelolaannya, mulai dari proses produksi hingga pemasaran.

“Pengabdian ini berlangsung selama enam bulan. Sebelumnya telah dilakukan sosialisai kepada aparatur desa dan BUMDes tentang program dan output yang dihasilkan dalam kegiatan ini,” ungkpanya, Rabu (11/9/2024).

Baca Juga:  Karya Dosen Hukum UNIBA Madura Tembus Hibah Nasional BIMA 2026, Usung Solusi Humanis Penanganan Narkoba 

Zuhri menuturkan, selama ini pihaknya turut serta dalam pengelolaan eduwisata garam. Hal itu sebagai upaya untuk meningkatkan produksi garam di kawasan sekitar.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Pasalnya, produksi garam sempat tidak stabil. Oleh karenanya, timnya melakukan pendampingan sekaligus pembinaan dalam proses produksi garam selama masa pengabdian.

“Awalnya kami menargetkan minimal bisa memproduksi 50 kg garam per hari. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa memproduksi 2-3 kwintal garam dalam sehari. Ini perkembangan yang luar biasa,” tambah Zuhri.

Baca Juga:  Dosen UNIBA Madura Bersinar di Kancah Nasional, Raih Hibah BIMA 2026 dan Tegaskan Kampus Inovatif 

Selain fokus terhadap pengelolaan produksi, timnya juga fokus pada proses pemasaran. Salah satunya dengan cara melibatkan ibu-ibu PKK, baik yang ada di Desa Bunder ataupun di luar Desa Bunder untuk bekerjasama dalam penyaluran garam ke pasar atau pembeli lebih luas.

“Dengan melibatkan mereka bisa meningkatkan penjualan garam, yang awalnya hanya untuk souvenir di eduwisata garam, BUMDes juga bisa menjualnnya ke pasar yang lebih luas,” tutupnya kepada Kabar Madura. (nur/pin)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *