KABARMADURA.ID | SUMENEP-Menjelang akhir tahun 2023, serapan anggaran pendapatan dana belanja daerah (APBD) 2023 ditargetkan terserap 100 persen. Oleh karena itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep akan segera panggil organisasi perangkat daerah (OPD) terkait penyelesaian semua programnya di tahun 2023.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Abdul Hamid Ali Munir berharap agar semua OPD di Sumenep segera menyelesaikan programnya. Jika programnya tidak dijalankan, tentunya serapan anggaran dari sisi belanja rendah.
“Jika tidak terserap semua, maka program yang direncanakan sebelumnya bakal sia-sia,” katanya Minggu (11/12/2023).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu akan segera berkoordinasi pada seluruh masing-masing komisi untuk membahas mengenai program yang hingga saat ini belum terlaksana itu.
Dia mengatakan, jika serapan anggaran rendah, maka tentu akan merugikan masyarakat, karena semua program tentu harapannya menyejahterakan masyarakat. Selain itu, akan berdampak pada perekonomiannya.
“Nantilah, paling 15-20 hari akan dilakukan evaluasi mengenai serapan anggaran ini,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep melalui Kepala Bidang (Kabid) Anggaran Ferdiansyah mengutarakan, serapan APBD 2023 sekitar 81 persen dari sisi belanja senilai Rp2.891.472.446.996.
Capaian itu masih bisa berubah sesuai pelaksanaan program masing-masing OPD. Jika program tidak dilaksanakan, tentu serapan masih rendah. Oleh karena itu, dia juga berharap agar masing-masing OPD dapat menyelesaikan programnya.
“Kalau sudah selesai pekerjaannya dan sudah mengajukan pencairan tentu segera dicairkan dan berdampak pada serapan APBD 2023,” kata pria dengan sapaan Dian itu.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





