KABAR MADURA | Dengan mengusung tujuan melestarikan budaya lokal, calon Bupati (Cabup) Achmad Fauzi Wongsojudo hadiri pagelaran Kerapan Sapi Premanan di Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih.
Achmad Fauzi Wongsojudo tiba di lokasi sekitar pukul 14:00. Masyarakat sekitar dan para penggemar kerapan sapi tersebut menyambut dengan antusias, merasa kerapan tradisional mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.
Kandidat bupati nomor urut 02 itu saat diberikan kesempatan berbicara menyampaikan bahwa yang menjadi hobi masyarakat dan merupakan kekayaan budaya lokal memang harus mendapatkan perhatian.
“Ini ajang silaturahmi, ada paguyuban di beberapa kecamatan, maka ini tentu layak dilestarikan,” kata Achmad Fauzi Wongsojudo.
Cabup yang didampingi KH Imam Hasyim sebagai calon wakil bupatinya atau biasa dikenal dengan akronim Faham ini memang berkomitmen mengapresiasi penuh kultur dan kekayaan budaya lokal.
Apalagi, hal itu menjadi magnet para penggemar kerapan sapi, sehingga tidak sedikit yang datang ke tempat di mana kerapan sapi tradisional tersebut digelar.
“Karena di setiap pelosok sudah bergantian menggelar kerapan tradisional ini, maka itu layak dihargai sebagai kekayaan kebudayaan Sumenep,” imbuhnya.
Menurut Achmad Fauzi Wongsojudo kehadiran dirinya di tengah-tengah pagelaran karapan merupakan bentuk dukungan. Sehingga dia berharap ajang kerapan sapi tradisional itu juga sebagai ajang silaturahmi antarmasyarakat Sumenep dan mewujudkan kehidupan yang guyub dan rukun. (ara/waw)





