KABAR MADURA | Tim Futsal Sumenep gagal berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025. Mereka tidak mampu bersaing di babak kualifikasi atau pra porprov yang digelar di Gresik beberapa hari yang lalu.
Pelatih Futsal Sumenep Agus Himawan menjelaskan, kegagalan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk di antaranya persiapan tim yang sangat mepet. Selain itu, pihaknya sering kali mengalami keterbatasan saat akan menggelar latihan.
“Pemain aslinya bagus-bagus, tapi mereka banyak melakukan error di akhir pertandingan. Mereka kurang fokus,” ujarnya, Selasa (29/4/2025).
Agus juga mengungkapkan, hingga saat ini dana untuk persiapan porprov belum turun. Pihaknya mengandalkan dana talangan dari ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) yang baru.
Sejauh ini, sewa lapangan juga menjadi tantangan tersendiri. Agus mengaku sudah berusaha sekuat tenaga agar Sumenep bisa berpartisipasi di Porprov Jawa Timur 2025. Akan tetapi, akhirnya keterbatasan anggaran dan waktu mempengaruhi performa tim di lapangan.
“Dana itu memang tidak ada, jadi kurang terkonsep. Kami harus gotong royong cari dana talangan sendiri,” imbuhnya.
Sebagai langkah perbaikan ke depan, Agus berencana akan menggelar seleksi pemain usia muda sebagai persiapan untuk Porprov 2027 mendatang.
Futsal Sumenep menerima dana sekitar Rp30 juta per tahun dari pemerintah daerah. Tetapi, kata Agus, dana itu hanya cukup untuk mendukung agenda tahunan, seperti liga futsal. Melihat kondisi ini, harapan di tahun yang akan datang ada pembenahan sistem dan dukungan dana yang lebih baik.
“Artinya, pemain akan sering dikumpulkan. Karena kemarin itu pemain sering lupa set play dan skill individu kalah karena stamina. Itu faktor dari kurangnya persiapan,” pungkasnya. (ara/zul)





