KABAR MADURA | Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sampang mengkritisi tidak beroperasinya ambulans laut lantaran efisiensi anggaran.
“Kita tahu, yang dipertaruhkan adalah nyawa manusia. Lucu jika efisiensi anggaran dijadikan alasan pembenar. Saya kira itu hanya tepisan dari pemkab saja,” Kata Ketua GMNI Cabang Sampang Saifi, Rabu (9/7/2025).
Saifi meminta agar pemkab mengoptimalkan fungsi kapal ambulans laut. Persoalan anggaran, itu hanya masalah prioritas saja.
“Jangan sampai menunggu korban dulu baru bergerak, nyawa manusia bukan mainan,” ujarnya.
Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang dr. Dwi Herlinda Lusi Harini mengaku turut prihatin terhadap pasien yang menyeberang laut selama dua jam dengan perahu kecil.
“Sebenarnya anggaran operasional ambulans laut di Pulau Mandangin sudah tersedia hingga Juli. Namun tingginya frekuensi rujukan pasien menyebabkan dana habis lebih awal, di bulan April sudah habis,” katanya.
dr Dwi Herlinda Lusi Harini berjanji akan berusaha keras untuk mendapatkan anggaran tambahan operasional ambulans Laut, sehingga dalam waktu dekat sudah dapat digunakan oleh masyarakat.
“Kami usahakan PAK segera turun. Intinya, kami benar-benar berusaha dalam hal ini,” imbuhnya. (yan/din)





