KABAR MADURA | Pemkab Pamekasan melaunching perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi petani tembakau di Pendopo Kecamatan Pamekasan, Rabu (9/7/2025).
Kebijakan yang menyasar 612 petani tembakau tersebut menuai apresiasi dari Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pamekasan Anita Ardhiana.
Apresiasi tersebut diberikan oleh Anita Ardhia lantaran Pemkab Pamekasan menunjukkan komitmennya untuk terus memberikan perlindungan kepada warganya, meski dari data yang diinventarisasi pihaknya untuk menuju Universal Coverage Jamsostek (UCJ) masih belum terpenuhi.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi yang baik antara Pemkab Pamekasan dan BPJS Ketenagakerjaan Pamekasan untuk mewujudkan masyarakat Pamekasan yang sejahtera,” paparnya.
Dijelaskan Anita, sesuai penetapan dari Kemendagri RI UCJ yang harus dicapai oleh Pamekasan untuk 2025 adalah sebesar 14,02 persen. Saat ini masih tercapai 10,54 persen sehingga ada gap 21.000 tenaga kerja yang belum terlindungi.
Jumlah pekerja di Pamekasan tembus 512.149 orang. Sementara itu, pekerja saat ini yang terkover BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 54 ribu, termasuk 612 pekerja yang ditanggung Pemkab Pamekasan.
“Saat ini Pamekasan berada di urutan ke-36 dari 38 Kabupaten/kota se-Jawa Timur untuk pencapaian UCJ, tetapi kami yakin di era kepemimpinan pemerintah saat ini akan terus tumbuh kepesertaannya,” imbuhnya.
612 pekerja tersebut diikutkan dua perlindungan dengan durasi waktu 6 bulan di tahun 2025, yakni perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, sehingga Anita berharap perlindungan ini dapat terus berlanjut. Termasuk lebih banyak lagi pekerja rentan yang terlindungi, sehingga Masyarakat Pamekasan lebih sejahtera.
“Pada periode Januari-Juni 2025 ini, kami telah memberikan manfaat kepada 2.040 tenaga kerja dengan total klaim 21,5 miliar serta beasiswa kepada 246 orang,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menyampaikan, adanya perlindungan bagi petani tembakau Pamekasan sebagai wujud kehadiran Pemkab Pamekasan, agar para petani bisa lebih meningkat motivasinya untuk terus mengelola lahan miliknya.
“Kami berharap bukan hanya 612 yang terfasilitasi pendaftaran kepesertaannya oleh Pemkab Pamekasan, tapi tentu disesuaikan dengan ketersediaan anggaran,” ujarnya. (rul/zul)





