KABAR MADURA | Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai acara halalbihalal dan reuni jemaah umrah periode 2025 yang digelar PT Enka Imron Mandiri. Kegiatan yang berlangsung di kantor perusahaan itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum peluncuran dua karya literasi di hadapan para jemaah.
Dua buku yang diluncurkan merupakan karya Direktur PT Enka Imron Mandiri, Novi Kamalia, berjudul “Ketika Penulis Jurnal Berkedok Muthawwif”, serta buku karya Kiai M. Faizi bertajuk “Mekkah Merekah (Diari Umroh 2025)”.
Novi Kamalia menjelaskan, peluncuran buku ini menjadi bentuk apresiasi kepada para jemaah sekaligus wujud komitmen dalam membangun budaya literasi di lingkungan Al-Imron. Menurutnya, para jemaah juga menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Dia menuturkan, buku yang ditulisnya tidak hanya memuat pengalaman pribadi, tetapi juga merangkum berbagai kisah menarik dari para jemaah. Selain itu, terdapat pesan edukatif bagi masyarakat, khususnya calon jemaah, agar lebih waspada terhadap potensi penipuan dalam perjalanan umrah.
“Jemaah periode Juli hingga Desember 2025 ini tidak ada yang hilang. Kalaupun sempat kesasar, mereka tahu cara pulang tanpa harus meminta bantuan saya. Ini juga membuktikan bahwa jemaah kita punya kualitas,” jelasnya, Minggu (29/3/2026).
Sementara itu, Kiai M. Faizi mengungkapkan, kebiasaannya mencatat setiap perjalanan menjadi alasan utama dirinya menulis buku tersebut. Dia mendokumentasikan seluruh rangkaian ibadah secara runtut, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
“Dalam buku ini saya mencatat mulai dari pemberangkatan hingga hari terakhir,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari salah satu jemaah, Didik Haryadi. Dia mengaku terkesan karena perjalanan ibadah yang dijalani tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga diiringi dengan penguatan nilai literasi.
Menurutnya, kegiatan halalbihalal ini bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan juga sarana untuk kembali mengenang pengalaman selama berada di Tanah Suci.
“Melalui acara halalbihalal ini, kita juga bisa bersilaturahmi dan mengingat kembali berbagai cerita saat di Tanah Suci,” tegasnya. (nur/zul)





