Harkopnas Jatim 2026 di Pamekasan Jadi Ajang Promosi UMKM, DPRD Ingatkan Jangan Sekadar Seremonial

Berita12 views

KABAR MADURA | Pamekasan ditunjuk sebagai tuan rumah peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) Tingkat Jawa Timur 2026. Kegiatan yang akan berlangsung pada 20 hingga 26 Juli 2026 itu disiapkan dengan berbagai rangkaian agenda untuk memeriahkan peringatan sekaligus mendorong geliat ekonomi daerah.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Ketenagakerjaan (Diskop UMKM dan Naker) Pamekasan, Achmad Sjaifudin, mengatakan bahwa peringatan Harkopnas tahun ini akan melibatkan sekitar 150 pelaku UMKM dan koperasi dari berbagai daerah di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, 50 peserta berasal dari Pamekasan, 75 peserta dari luar daerah, serta 25 stan lainnya disediakan untuk sponsor yang mendukung pelaksanaan bazar.

“Kegiatan diawali dengan sarasehan perkoperasian pada hari pertama. Di hari berikutnya, akan ada apel pagi yang digelar di Bakorwil, dan agak siangan dilanjutkan dengan pembukaan bazar koperasi dan UMKM,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Baca Juga:  RSUD Smart Pamekasan Sediakan Layanan Kerohanian untuk Pasien Kronis

Menurutnya, pelaku UMKM asal Pamekasan yang akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut diprioritaskan dari data yang telah terdaftar di instansinya. Kebijakan itu dilakukan untuk memberikan kesempatan lebih besar kepada pelaku usaha binaan daerah dalam mempromosikan produk mereka kepada masyarakat luas.

“Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi daerah,” jelasnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan, Moh. Faridi, menyambut positif pelaksanaan kegiatan yang memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang. Meski demikian, dia menilai masih ada sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar manfaat kegiatan benar-benar dirasakan oleh para pelaku usaha, termasuk terkait lokasi penyelenggaraan acara.

Baca Juga:  Polisi Amankan Mercon Rakitan Berskala Besar di Desa Panaguan Proppo

Politisi PKB tersebut menegaskan, pemberdayaan UMKM tidak seharusnya berhenti pada kegiatan yang bersifat seremonial. Menurutnya, kegiatan seperti Harkopnas harus mampu membuka akses pasar yang lebih luas, memperkuat dukungan permodalan, serta memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha masyarakat.

“Pemberdayaan terhadap pelaku UMKM memang perlu diperhatikan, tetapi yang juga penting adalah bagaimana kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial. Namun mampu memberikan akses pasar yang nyata,” tegasnya. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *