HPP Tinggi Jadi Alasan, Sentra IKM Bangkalan Ditinggalkan Pelaku Usaha

Berita72 views

KABAR MADURA | Sejak mulai beroperasi pada September 2023, Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Baengas, Kecamatan Labang, Bangkalan, hingga kini masih kurang diminati pelaku usaha.

Sentra yang dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan anggaran mencapai Rp75,8 miliar itu belum memberikan dampak signifikan. Minimnya pelaku usaha yang bertahan membuat fasilitas itu tampak lengang dan belum optimal dimanfaatkan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bangkalan Jemmi Tria Sukmana mengakui bahwa jumlah pelaku usaha yang bertahan di sentra IKM saat ini terus menurun. Dari yang semula puluhan, kini hanya tersisa 16 UMKM.

Baca Juga:  Kerap Jadi Pilihan, Disnaker Bangkalan Ingatkan Risiko Besar PMI Ilegal

“Iya memang saat ini yang masih bertempat di IKM tinggal sedikit,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, para pelaku usaha meninggalkan sentra IKM bukan tanpa alasan. Salah satu faktor utama adalah meningkatnya beban harga pokok produksi (HPP) jika mereka beroperasi di lokasi tersebut.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Alasan mereka HPP yang terlalu tinggi menurut mereka, akses dari rumah yang lumayan jauh dan tidak sebanding dengan omset mereka,” ungkapnya.

Meski demikian, Pemkab Bangkalan telah menyediakan sejumlah fasilitas untuk mendukung operasional pelaku usaha. Selain bangunan produksi, biaya listrik juga difasilitasi oleh pemerintah.

Baca Juga:  Setelah Sebulan Meninggal, Jenazah PMI Asal Bangkalan Baru Dipulangkan dari Taiwan

Namun, berbagai kemudahan itu belum mampu menarik minat pelaku usaha untuk bertahan atau bergabung di sentra IKM. (fik/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *