KABAR MADURA | Peretasan pada Pusat Data Nasional (PDN) sejak beberapa waktu lalu cukup berimbas pada beberapa layanan publik. Salah satunya, terhadap verifikasi pengajuan sertifikat halal. Hal tersebut mengakibatkan para pendamping halal harus bekerja lebih ekstra.
Pendamping Halal Center Cendikia Muslim Cabang Pamekasan Zubaidi mengatakan, imbas dari peretasam PDN tersebut mengakibatkan portal ‘Sihalal’ mengalami gangguan. Salah satunya, lemotnya server hingga hilangnya data dan foto pelaku usaha yang mengajukan sertifikat halal. Bahkan, portal ‘Sihalal’ tersebut pernah tidak bisa diakses sama sekali selama berhari-hari.
“Ketika log in kadang lemot parah. Data dan foto hilang, Kalau kayak gitu, harus upload ulang. Bahkan pernah tiga sampai empat hari portal tidak bisa diakses,” tuturnya, Rabu (3/7/2024).
Dia mengatakan, meski dampak peretasan PDN tidak terlalu signifikan, namun membuat sistem kerjanya terhambat. Sebab, jika ada perbaikan data terhadap pengajuan sertifikat halal, bisa memperlambat proses perbaikan.
“Untuk sekarang, portal ‘Sihalal’ sudah bisa diakses lagi. Tapi kadang memang ada gangguan,” terangnya.
Sementara itu, Anggota Satgas Halal Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan Wildan mengatakan, layanan yang berbasis digital di instansinya memang sebagian ada yang terganggu. Namun, untuk pengajuan sertifikat halal melalui portal ‘Sihalal’, pihaknya tidak mengetahui secara pasti. Sebab, pihaknya tidak memiliki wewenang penuh terhadap kontrol atas portal tersebut.
Secara umum, lanjut Wildan, capaian sertifikat halal di Pamekasan sejauh ini sudah tembus 8.501 usaha menengah kecil.
“Kebetulan kuota yang gratis sudah terpenuhi. Jadi saya kurang tahu pasti terkait sistem portal. Tapi memang, beberapa layanan digital yang ada di Kemenag mengalami gangguan,” tukas Wildan.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





