Istianah, Pengusaha Muda dari Pelosok Desa, Tetap Prioritaskan Tumbuh Kembang Anak 

News194 views

KABARMADURA.ID | Sepintas menjadi perempuan berdaya memang tidak mudah. Ada tantangan tersendiri yang harus dilalui. Mulai dari melawan stigma negatif hingga harus pintar membagi waktu dengan baik. Satu sisi, mereka harus tetap menjalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Namun, di sisi lain harus menjalankan kewajiban di tempatnya bekerja. Itulah yang dirasakan oleh Istianah, pebisnis muda asal Desa Bungbaruh, Kecamatan Kadur. 

SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN 

Selain berperan menjadi ibu bagi anak semata wayangnya yang masih balita, Istianah harus menjalankan kewajibannya sebagai dosen sekaligus pebisnis. Saat ini, ia memiliki tiga cabang bisnis berbeda yang sedang digeluti, mulai dari bidang fashion, jasa pembuatan website hingga logam emas. 

Meski usahanya dibuka di desa, bukan berarti sepi peminat. Justru, dengan kemampuan marketingnya, ia bisa menarik perhatian calon pembeli dari segala tempat. Istianah bercerita, kecintaannya terhadap bisnis bukan kebetulan semata, namun telah ia rencanakan semenjak masih duduk di bangku sekolah. 

Baca Juga:  HIPMI Pamekasan Perkuat Sinergi dengan Pemkab, Dorong UMKM dan Ekonomi Daerah

“Semuanya harus direncanakan dari jauh-jauh hari. Agar kita bisa tahu, langkah apa yang harus dilakukan kedepannya,” terangnya kepada Kabar Madura, Kamis (21/12/2023). 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Bisnis yang dirintis Istianah itu tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri. Melainkan juga bisa menyerap tenaga kerja sekitar. Hal itu merupakan kebanggaan tersendiri bagi Istianah, sebab bisa memberikan manfaat bagi orang lain. 

Di samping itu, perempuan kelahiran 1997 itu juga harus memainkan peran sebagai dosen di  Sekolah Tinggi Agama Islam Alfalah (STAIFA) Pamekasan. Tentu fokusnya terbagi. Terlebih dirinya harus menjabat sebagai ketua Lembaga Penjaminan Mutu  (LPM). Namun, menariknya, di tengah kesibukannya, Istianah tetap memperhatikan tumbuh kembang sang anak. 

Baca Juga:  HIPMI Pamekasan Siap Gelar Ekonomi Fest 2026, Libatkan Puluhan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Istianah menyadari, sebagai seorang ibu, sangat rugi jika harus mengenyampingkan perkembangan tumbuh kembang anak. Untuk itu, dirinya terkadang terpaksa untuk membawa sang anak apabila ada kegiatan di luar. 

Baginya, seorang ibu harus memberikan parenting yang tepat untuk sang anak, meski pada dasarnya tidak mudah. Menurut Istianah, harus berani ambil sikap dan menentukan yang lebih prioritas.  

“Kadang dititip juga ke mbahnya. Tapi di situ agak sedih, kepikiran. Jadi sebisa mungkin untuk mengurangi kegiatan di luar rumah kecuali mendesak,” tukasnya.

Redaktur:  Sule Sulaiman

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *