KABAR MADURA | Pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Bangkalan terus berlanjut. Namun, di tengah proses itu, muncul dugaan bahwa konsultan perencana proyek akan diambil alih oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan.
Isu itu disampaikan oleh Ketua KDKMP Desa Tlageh, Kecamatan Galis, Mahmudin. Dia menyebut, konsultan perencana yang awalnya berasal dari PT. Agrinas Pangan Nusantara sebagai pelaksana, diduga akan dialihkan penugasannya kepada Pemda.
Menurutnya, jika dugaan itu benar, maka hal itu tidak sesuai dengan ketentuan administrasi. Pasalnya, penugasan pembangunan KDKMP diberikan oleh pemerintah pusat kepada pihak pelaksana.
“Secara administrasi kalau dugaan ini benar, maka tidak sesuai, sebab yang ditugaskan PT. Agrinas untuk membangun KDKMP, kecuali pusat memberikan tugas ke Pemda di bagian konsultan perencananya,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Mahmudin juga menambahkan, dugaan pengambilalihan itu akan terjadi pada tahap ketiga pembangunan gerai. Sementara hingga saat ini, menurutnya, masih terdapat ratusan gerai yang belum terbangun.
Mahmudin mengingatkan agar program ini tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mencari keuntungan pribadi.
“Biaya konsultan perencana ini per gerai Rp20 juta. Kalau ada ratusan gerai, itu berapa besar kerugian yang dapat menimpa negara,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang dan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bangkalan Nur Taufiq membantah adanya keterlibatan pemkab dalam proyek tersebut. Dia menegaskan, pihaknya tidak mengetahui detail anggaran maupun pelaksanaan program KDKMP.
“Anggarannya dimana, cost-nya berapa, kami tidak paham, dan tidak ada keterlibatan dari kami,” ungkapnya. (fik/zul)





