Jadikan Lomba-lomba Kicau Burung Hobi dan Ajang Silaturahmi

News162 views

KABAR MADURA | Melalui hobi atau kesenangan terhadap burung, khususnya komunitas burung berkicau, juga berfungsi sebagai sarana silaturahmi dan ajang mencari teman.

Salah satu kemasan pertemuan itu dengan diselenggarakannya lomba-lomba yang di setiap wilayah di Sumenep.

Achmad Rizal, salah satu anggota komunitas burung berkicau menyampaikan, adanya perlombaan itu bukan semata untuk kepentingan hadiah atau keuntungan lainnya, tetapi bertujuan memberikan hiburan serta memperkuat silaturahmi sesama pecinta burung.

“Ada dukungan juga dari pemerintah, selain agenda mingguan atau bulanan di setiap daerah, juga ada perlombaan tahunan yang dikemas dengan kalender event Sumenep,” kata dia.

Sejumlah komunitas kicau mania dipastikan menyemarakkan acara ini. Event tahunan itu memang ditunggu-tunggu, karena menjadi ajang pertemuan besar antara pecinta burung.

JJS Kabar Madura

Ada banyak kategori dalam perlombaan itu, murai batu, kenari, cendet, konin, LB fighter s1, murai sangkar MHD, cucak ijo, KMS, LB paud, sirpu, kenari KKS. Dari masing-masing kategori itu bermacam, A, B, C, D dan E.

Sedangkan klasifikasi ada beberapa macam dengan harga tiket yang bervariasi. Mulai Rp120 ribu untuk kelas murai batu B spesial, Rp550 ribu murai batu C, Rp330 ribu murai batu D, Rp220 ribu murai batu A, murai batu sangkar MHD dan cendet B.

Rp160 ribu kelas cendet C, Rp110 ribu KMS, murai batu E, cendet A, kenari B dan cucak ijo B. Rp85 ribu kelas cendet D, cucak ijo A dan kenari A. Kemudian Rp55 ribu cendet E, cucak ijo E, kenari C, kenari KKS, Lb. fighter S1 ABC, Lb. paud ABC, konin ABC dan sirpu AB.

Sementara peraturan yang harus diperhatikan, ketika tiket yang sudah dibeli, tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apa pun. Satu tiket hanya dua orang yang bisa masuk ke dalam lokasi lomba, dilarang membawa sajam, tidak dapat menerima komplain apapun di medsos, mematuhi keputusan juri dan tiket lovebird bisa memilih nomor gantangan.

“Nah peraturan itu memang lumrah dalam perlombaan dan rata-rata pecinta burung berkicau memahami itu,” imbuhnya.

Memang diharapkan pada setiap perlombaan itu selalu berjalan sportif, karena semua agenda perlombaan hanya untuk kepentingan silaturahmi dan meningkatkan harga burung berkicau, khususnya di Sumenep.

Pewarta: Moh. Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *