Jalan Pengabdian Hj. Ansari untuk Rakyat Madura

KABAR MADURA | Di tengah dinamika politik nasional yang terus bergerak, Hj. Ansari tampil sebagai figur yang menapaki jalur politik dengan semangat pengabdian. Bagi perempuan yang dikenal bersahaja dan dekat dengan warga ini, politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan sarana perjuangan untuk menghadirkan kesejahteraan nyata bagi masyarakat kecil.

Melalui Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, politisi perempuan asal Madura yang lahir di Pamekasan itu menegaskan komitmennya untuk tetap berpihak kepada rakyat. Sejak awal terjun ke dunia politik, Ansari dikenal aktif turun ke lapangan, menyapa warga hingga ke pelosok desa. Terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, serta mendengarkan langsung aspirasi ibu-ibu, petani, pedagang kecil, hingga generasi muda.

Bagi Ansari, mendengar suara rakyat tidak cukup dilakukan di ruang rapat semata, tetapi harus dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Prinsip itu menjadi fondasi perjuangannya di PDI Perjuangan, yang dinilai sejalan dengan nilai-nilai kerakyatan dan keadilan sosial.

“Sebab, bagi kami PDI Perjuangan bukan sekadar kendaraan politik, melainkan rumah perjuangan. Di sanalah kita menanamkan harapan agar nilai gotong royong, keadilan sosial, dan keberpihakan pada wong cilik terus hidup dan diwujudkan dalam kebijakan nyata,” ujar anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan itu, Kamis (8/1/2026).

Ansari
(KM/IST) GUYUB: Anggota DPR RI Ansari saat hadir dalam kegiatan Konferda dan Konfercab PDI Perjuangan se-Jawa Timur di Surabaya.

Istri Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan Taufadi ini secara konsisten terlibat dalam mendorong berbagai program yang berpihak pada masyarakat bawah. Dia memperjuangkan peningkatan akses pendidikan, penguatan layanan kesehatan, serta pengembangan ekonomi kerakyatan. 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Kesejahteraan rakyat bukan sekedar jargon politik, melainkan amanah yang harus diperjuangkan dengan kerja nyata dan konsistensi,” tegasnya.

Untuk memastikan komitmen itu terwujud, Ansari kerap turun langsung ke lapangan guna memastikan bantuan sosial tersalurkan tepat sasaran. Dia juga berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah, menyuarakan aspirasi warga agar setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan. Sikapnya yang tegas namun penuh empati, membuatnya memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

Ansari
(KM/IST) ROMANTIS: Momen Ansari bersama suami berziarah ke makam Proklamator Indonesia, Ir. Soekarno, di Blitar, sebagai bentuk penghormatan dan refleksi nilai perjuangan bangsa.

“Bagi kami, politik itu harus membumi. Jika rakyat masih kesulitan, maka perjuangan kita belum selesai,” imbuhnya.

Ansari menyadari bahwa setiap langkah perjuangan tidak selalu berjalan mulus. Tantangan dan kritik kerap hadir, namun baginya hal itu justru menjadi penguat langkah dan penyemangat untuk terus berjuang.

Baca Juga:  Wujudkan Mimpi ke Tanah Suci, Imawa Tour & Travel Matangkan Persiapan Umrah Pemenang JJS Kabar Madura

“Selama niat kita tulus untuk rakyat, kita tidak boleh lelah,” ungkap Ansari dengan penuh keyakinan.

Dengan semangat yang tidak pernah surut, Ansari terus melangkah. Dia meyakini bahwa perubahan besar selalu bermula dari kepedulian sederhana: mendengar, hadir, dan berjuang bersama rakyat.

Ansari
(KM/IST) PEDULI: Didampingi suami tercinta, Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan Taufadi, Ansari menyerahkan bantuan kursi roda kepada warga kurang mampu sebagai wujud kepedulian dan keberpihakan pada kemanusiaan.

Memaknai Politik sebagai Jalan Kepedulian

Selama menjabat sebagai anggota DPR RI sejak 2024, alumnus STAIN Pamekasan ini terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat melalui berbagai kegiatan sosial dan politik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. 

Sebagai kader PDI Perjuangan, keberpihakan kepada rakyat kecil menjadi prinsip utama Ansari dalam setiap langkah perjuangannya. Baginya, kesejahteraan rakyat juga harus diwujudkan melalui kebijakan yang adil dan berpihak bagi mereka. Oleh karena itu, dia selalu mendorong program-program yang mendukung peningkatan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan perempuan, serta akses layanan dasar yang lebih merata. 

“Artinya perjuangan politik harus berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat kecil (wong cilik), sehingga kehadiran kita harus selalu menjadi solusi, dan bukan sekedar janji,” tegas anggota Komisi VIII DPR RI itu.

Selama ini perempuan yang nyantri Pesantren Putri 1 Al-Amin Prenduan, Sumenep itu, juga terlihat aktif merealisasikan komitmennya memperjuangkan aspirasi rakyat dengan menghadirkan berbagai program sosial, pendidikan, keagamaan, hingga bantuan langsung yang menyentuh masyarakat di Madura.

Ansari
(KM/IST) SEJARAH: Ansari menjadi perempuan pertama yang menjadi DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Madura.

Terlebih sejak dilantik sebagai anggota DPR RI pada 1 Oktober 2024, Ansari tidak hanya melaksanakan program yang berfokus pada fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran semata. Tetapi, dia bersentuhan langsung dengan warga di berbagai daerah, selalu aktif melakukan pengawasan di lapangan hingga mengawal beragam penyaluran beragam bantuan sosial agar tepat sasaran.

Hal itu dilaksanakan sesuai dengan tugas, wewenang, dan tanggung jawab sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang bermitra dengan sejumlah K/L, di antaranya Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Ansari
(KM/IST) INTERAKTIF: Hj. Ansari menjadi pemateri dalam kegiatan Ngopi (Ngobrol Pendidikan Islam) bersama Kemenag, mendorong penguatan pendidikan Islam yang inklusif dan berkeadilan.

Dalam kurun waktu lebih dari setahun menjabat sebagai wakil rakyat Madura di parlemen, mantan aktivis PMII ini sudah melaksanakan sejumlah program sosialisasi hingga penyaluran bantuan kepada masyarakat. Program-program itu dilaksanakan secara bertahap di empat kabupaten di Madura, yaitu Bangkalan, Pamekasan, Sampang, dan Sumenep.

Baca Juga:  RSUDMA Sumenep Perkuat Validasi Data untuk Tingkatkan Keselamatan Pasien

Sejumlah program telah dijalankan Ansari sejak menjabat. Di antaranya sosialisasi dan diseminasi pengelolaan Dana Haji bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), program Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) bersama Kemenag, serta Jagong Masalah Haji dan Umrah bersama Badan Penyelenggara Haji yang kini bertransformasi menjadi Kemenhaj. Dia juga menggelar sosialisasi program Bimbingan Masyarakat Islam bersama Kemenag, termasuk sosialisasi sertifikasi produk halal bekerja sama dengan BPJPH.

Selain itu, Ansari juga aktif melaksanakan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan serta berbagai peraturan perundang-undangan yang relevan dan menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

Tidak hanya fokus pada sosialisasi, dia turut menyalurkan berbagai bantuan langsung kepada masyarakat melalui kerja sama dengan kementerian terkait. Dari Kemensos, Ansari menyalurkan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa kursi roda, kaki palsu, dan alat bantu dengar bagi warga kurang mampu. Selain itu, terdapat bantuan Rumah Sejahtera Terpadu, bantuan keserasian sosial melalui peningkatan infrastruktur jalan dengan pavingisasi, bantuan kearifan lokal bagi pekerja seni desa, serta bantuan pemberdayaan sosial bagi keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).

Ansari
(KM/IST) TIDAK KENAL LELAH: Hj. Ansari menyalurkan Beasiswa KIP secara simbolis sebagai komitmen memperluas akses pendidikan dan membuka masa depan generasi muda Madura.

Dari Kemenag, Ansari menyalurkan berbagai bentuk bantuan, antara lain beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) untuk santri dan siswa, beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam negeri maupun swasta, bantuan Inkubasi Bisnis Pesantren, bantuan renovasi masjid dan musala, serta distribusi Al-Qur’an untuk masjid dan musala di wilayah Madura.

Sementara itu, bantuan yang disalurkan melalui BPKH, meliputi program pengeboran air bersih di sejumlah lembaga pendidikan pesantren, renovasi gedung madrasah, serta bantuan ternak untuk kelompok tani. Adapun melalui BAZNAS, Ansari turut menyalurkan bantuan paket sembako bagi masyarakat yang berhak menerima.

Berbagai upaya dan perjuangan itu mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga menilai Ansari sebagai sosok yang dekat, terbuka, dan konsisten dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Kedekatan inilah yang menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan publik.

Dengan semangat pengabdian yang terus terjaga, Ansari menegaskan komitmennya untuk terus berjuang bersama rakyat. 

“Melalui kerja nyata dan kolaborasi berbagai pihak, kesejahteraan masyarakat dapat semakin meningkat dan keadilan sosial benar-benar terwujud,” pungkasnya. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *