KABAR MADURA | Mendekati Hari Raya Iduladha, aktivitas di sejumlah pasar hewan di wilayah Kabupaten Pamekasan mulai menunjukkan peningkatan. Selain volume kendaraan dan pedagang yang bertambah, harga sapi di tingkat peternak dan pedagang juga mulai merangkak naik.
Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Handiko, menyampaikan bahwa kenaikan harga sapi menjelang hari raya kurban ini bersifat variatif. Menurutnya, fluktuasi harga sangat bergantung pada fisik dan bobot hidup sapi yang ditawarkan.
“Intinya ada kenaikan harga sapi. Kenaikannya bervariatif tergantung besar kecilnya sapi dan bobot hidupnya. Kenaikan terpantau berada di kisaran Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekor,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Meskipun terjadi kenaikan, Handiko menegaskan bahwa pihak pengelola pasar tidak melakukan intervensi langsung terhadap harga jual beli di lapangan. Hal ini dikarenakan transaksi terjadi langsung antara penjual dan pembeli, sementara fokus pemerintah daerah adalah pada pelayanan dan penarikan retribusi.
“Untuk patokan harga pasti kami tidak ikut serta, karena kami hanya menarik distribusi dan retribusi sapinya saja. Yang jelas, aktivitas pasar memang meningkat tajam karena menjelang Iduladha,” tambahnya.
Dari beberapa pasar hewan yang ada di Pamekasan, Pasar Keppo yang beroperasi setiap hari Selasa dan Sabtu menjadi pusat perhatian utama. Pasar ini dikategorikan sebagai pasar hewan terbesar di wilayah tersebut karena menjadi titik temu pedagang dari berbagai daerah.
“Pasar Keppo memang yang terbesar. Pedagang dari Sumenep, Sampang, hingga daerah Pantura semua berkumpul di sana untuk berjualan, terutama saat menjelang hari raya Iduladha seperti sekarang,” jelasnya.
Selain Pasar Keppo, Handiko juga merinci jadwal operasional dan karakteristik pasar hewan lainnya di Pamekasan agar masyarakat dapat menyesuaikan waktu berkunjung, yang mana ada Pasar Waru yang beroperasi setiap hari Kamis, yang didominasi oleh pedagang dari wilayah Pantura.
Kemudian ada Pasar Pakong yang beroperasi setiap hari Minggu, yang mana banyak didatangi pedagang dari sekitar Palengaan dan Lenteng, Pasar Proppo setiap hari Jumat, karena rata-rata didatangi pedagang dari daerah Omben dan Palengaan, sedangkan untuk Pasar Keppo yang beroperasi di setiap hari Selasa dan Sabtu, dengan pusat pedagang dari berbagai kabupaten di Madura.
“Pihak pengelola pasar berharap melalui peningkatan aktivitas ini, perputaran ekonomi di sektor peternakan Pamekasan dapat berjalan positif dan stok hewan kurban tetap tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan.” pungkasnya. (km96/waw)





