KABAR MADURA | Menjelang berlaganya Madura United di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, para pedagang kaki lima (PKL) setempat ditata.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja (Diskop, UKM, dan Naker) Pamekasan Muttaqin menyampaikan, penataan PKL merupakan program prioritas 100 hari kerja Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman dan Wakil Bupati Sukriyanto.
Menurutnya, hal tersebut juga menyasar area SGMPR Pamekasan, agar bisa terlihat rapi saat dilaksanakan pertandingan. Termasuk tatkala para warga Pamekasan melaksanakan olah raga tiap minggu.
“Kami sudah mengundi lokasi tempat berjualan para pedagang. Kalau tidak menggunakan sistem undian, mereka berebut, dikira nantinya kami ada kepentingan,” tuturnya.
Dijelaskan, para PKL yang terinventarisasi di SGRMP sebanyak 47 orang, tetapi pindahan dari PKL mana saja, dia tidak mengetahuinya.
Namun yang jelas, tambah Muttaqin, para PKL yang berjualan di sana sudah masuk datanya dan untuk lokasi berjualannya berada di sebelah kanan dan kiri pintu masuk. Tapi di luar area stadion.
“Anggarannya tahun ini tidak ada, makanya nggak bisa maksimal. Ada pekerjaan tapi tidak ada anggarannya, tapi ya saya kerjakan,” terangnya.
Diakui Muttaqin, penataan di beberapa titik PKL berjualan akan terus dilakukan, supaya terlihat rapi dan para PKL bisa berjualan dengan nyaman.
“Jadi kami hanya menata saja, karena kan tidak ada anggaran,” imbuhnya. (rul/nam)





