KABARMADURA.ID | PAMEKASAN -Perkembangan petani millennial cukup pesat. Kondisi ini diketahui berdasarkan sensus pertanian tahun ini. Jumlahnya saat ini tembus di angka 111.704. Hal itu juga berdasarkan Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 19 Tahun 2013 subsektor Petani Milenial Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Peternakan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pamekasan Anwar melalui Staf Pranata Komputer Ahli Pertama Wahyu Pamungkas mengatakan, jumlah petani milenia berumur 19 tahun hingga 39 tahun atau petani adaptif terhadap teknologi digital tahun 2023 tembus di angka ratusan ribu orang. Jumlah itu secara keseluruhan atau yang menggunakan maupun tidak menggunakan teknologi digital.
“Petani milenial yang umurnya 19 tahun hingga 39 tahun ada 41.193 orang, sedangkan petani milenial yang umurnya lebih dari 39 tahun ada 70.485 orang dan untuk petani milenial yang umurnya di bawah 19 tahun ada 26 orang,” ujarnya kepada Kabar Madura, Minggu (10/12/2023).
Menurutnya, dari umur 19 tahun hingga 39 tahun mayoritas dari beberapa kecamatan. Meliputi, 7.804 ribu petani dari Kecamatan Palengaan, 5.080 petani dari Kecamatan Batumarmar dan 4.452 petani dari Kecamatan Pegantenan. Sedangkan berdasar jenis kelamin, terdapat 83,66 persen petani laki-laki dan 16,34 persen petani perempuan. Secara umum peningkatan perekonomian terbanyak disumbang dari sektor pertanian.
“Jad wajar, jika petani millennial semakin meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Di tahun sebelumnya kurang lebih hanya 30 ribuan,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ismail A. Rahim menegaskan, peningkatan petani millennial patut disyukuri. Sebab melalui peningkatan petani milenial tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa ada regenerasi yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Apalagi, penyumbang terbanyak di bidang perekonomian dari unsur pertanian.
“Jika itu memang ada peningkatan, patut disyukuri. Pertama karena memang di Pamekasan mayoritas jadi petani, kedua ada regenerasi bagi petani muda maupun milenial,” tegasnya.
Pewarta: Moh. Farid
Redaktur: Totok Iswanto





