KABAR MADURA | Badan Pusat Statistik (BPS) Pamekasan merilis data terbaru mengenai kondisi ketenagakerjaan di Pamekasan. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Pamekasan tercatat berada di angka yang cukup rendah, yakni 1,33%.
Kepala BPS Pamekasan, Parsad Barkah Pamungkas, menjelaskan bahwa perhitungan TPT tersebut didasarkan pada penduduk usia kerja, yaitu masyarakat yang berumur 15 tahun ke atas. Meskipun secara persentase makro tergolong rendah, data BPS menunjukkan adanya tantangan spesifik pada kelompok pendidikan tertentu. Dari total penduduk yang menganggur di Pamekasan, mayoritas merupakan lulusan jenjang menengah atas.
“Sebanyak 64 persen dari penganggur di Pamekasan adalah mereka yang memiliki latar belakang pendidikan terakhir SMA atau SMK,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Fenomena pengangguran pada lulusan SMA/SMK tahun 2025 ini lebih didominasi oleh laki-laki dibandingkan perempuan. Namun, untuk data detail mengenai alasan utama pengangguran maupun rata-rata durasi waktu tunggu kerja, pihak BPS menyebutkan bahwa data tersebut belum dipublikasikan hingga level kabupaten atau kota.
Menanggapi profil pengangguran yang didominasi lulusan sekolah menengah, Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Pamekasan telah menyiapkan langkah-langkah strategis. Fokus utama pemerintah saat ini adalah mencetak tenaga kerja yang memiliki keterampilan praktis dan bersertifikat.
Kepala Diskop UKM dan Naker Pamekasan Achmad Sjaifudin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menganggarkan berbagai program pelatihan kerja yang disesuaikan dengan minat pasar dan kebutuhan masyarakat saat ini.
“Kami memetakan lima kategori pelatihan kerja unggulan yang saat ini sangat diminati, yaitu desain grafis, tata boga, tata rias make up MUA, las welding, dan barista,” ucapnya.
Untuk memastikan para peserta pelatihan memiliki daya saing tinggi, pada pelatihan tersebut, peserta tidak hanya memberikan keahlian teknis, tetapi juga legalitas profesi. Setiap lulusan pelatihan akan mendapatkan sertifikat resmi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Dengan adanya sertifikat kompetensi ini, diharapkan para lulusan SMA atau SMK di Pamekasan tidak lagi hanya bergantung pada lowongan pekerjaan formal, tetapi mampu membuka lapangan kerja mandiri sebagai wirausahawan atau tenaga ahli yang diakui secara nasional,” tukasnya. (km96/waw)





