KABAR MADURA | Kebiasaan keluarga menjemput jemaah haji yang baru tiba dari Tanah Suci Mekkah dalam jumlah besar mendorong Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Bangkalan melakukan pemetaan lokasi penjemputan.
Langkah itu dilakukan menjelang kepulangan jemaah haji asal Bangkalan yang dijadwalkan tiba pada 19-20 Juni 2026. Para jemaah terbagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter) dengan titik penjemputan yang berbeda.
Kepala Kemenhaj Bangkalan, Arif Rochman, mengatakan, kloter 69 diperkirakan tiba di Bangkalan pada 19 Juni 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Untuk kloter ini, keluarga dapat melakukan penjemputan di Kantor Kemenhaj atau Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) serta KBIHU Al Aziziyah.
“Kloter 72 tanggal 20 Juni, sekitar jam 16.:00 WIB sampai di Bangkalan dan penjemputan di KBIHU As Shofa dan KBIHU Nurul Hidayah,” ujarnya, Senin (15/6/2026).
Sementara kloter 73 menjadi rombongan terakhir yang akan tiba di Bangkalan. Kloter ini akan tiba 20 Juni sekitar pukul 18.00 WIB sampai Bangkalan serta penjemputannya di KBIHU Syaichona Holil.
Menurut Arif, pemetaan lokasi penjemputan dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan keluarga jemaah yang datang menjemput dalam jumlah besar. Dengan pembagian titik penjemputan itu, risiko yang dapat muncul akibat kerumunan diharapkan bisa diminimalkan.
Arif berharap, pengaturan tersebut dapat membuat proses penjemputan dan kepulangan jemaah berlangsung lebih tertib, aman, dan lancar.
“Pemetaan ini menjadi penting, mengingat jumlah penjemput dari pihak keluarga jemaah yang cukup banyak. Harapannya dengan adanya pemetaan proses penjemputan dan kepulangan jemaah berjalan aman,” pungkasnya. (fik/zul)





