KABAR MADURA | Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, mencatat ada 5 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang tidak memenuhi target 100 persen untuk imunisasi polio tahap pertama. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelaksanaan imunisasi dianggap menjadi penyebab gagalnya capaian target itu.
Kepala Dinkes Pamekasan dr. Saifuddin menyampaikan, lima puskesmas yang belum mencapai seratus persen dari target imunisasi polio tahap pertama yakni: Puskesmas Waru, Puskesmas, Puskesmas Pakong, Puskesmas Larangan Badung, Puskesmas Palengaan, dan Puskesmas Kowel.
Sisa dari jumlah tersebut, secara akumulatif melebihi 90 persen, bahkan terdapat 10 Puskesmas yang melebih target seratus persen.
Meski Demikan, untuk target imunisasi kedua tidak ada perubahan dengan target tahap pertama, karena imunisasi kedua sebagai booster dari yang pertama yang perlu dilakukan.
“Lokus tersebut masih sulit, kami sudah mencoba mengedukasi, karena tidak ada dukungan dari tokoh masyarakat, pemahamannnya masih simpang siur,” paparnya, Selasa (20/2/2024).
Saifuddin menjelaskan, target tahap satu dan tahap dua tidak ada perubahan, yakni sebanyak 103,066 orang. Terdiri dari usia 0-59 bulan sebanyak 55,217 orang, usia 5-7 tahun sebanyak 24,528 orang, dan untuk usia 7 tahun sebanyak 20,739 orang.
Adapun untuk rentan waktu imunisasi tersebut tahap satu dimulai pada tanggal 15 sampai 21 Januari 2024. Kemudian untuk tahap kedua mulai tanggal 19 hingga 25 Februari 2024.
Secara terperinci, untuk usia 0-59 bulan tahap pertama capaian imunisasi mencapai 87.05 persen dari total target. Sementara untuk usia 5-7 tahun capaiannya sebanyak 93.73 persen, dan untuk usia 7 tahun capaianya 154.02 persen.
Adapun untuk akumulasi secara keselurahan sebanyak 97.49 persen dari target sasaran 103,066 orang.
Kemudian, untuk imunisasi tahap kedua yang dimulai 19 Februari, targetnya sebanyak 103,066 orang masih sebanyak 16,62 persen dengan jumlah cakupan sebanyak 17,128 orang.
“Jadi untuk imunisasi yang pertama untuk memperkuat yang kedua, imunisasi itu kan harus berulang, dalam rangka untuk meningkatkan anti bodi yang sudah dirangsang itu, supaya tumbuh bagus di tubuh anak-anak,” ujarnya.
Untuk vaksin imunisasi polio, pihaknya tidak berbelanja secara mandiri, melainkan mendapatkan bantuan dari Kemenkes RI melalui Dinkes Jatim yang berupa barang, sehingga kebutuhan vaksin tersebut disesuaikan dengan jumlah target sasaran yang sudah direncanakan.
“Kalau vaksinnya cukup, didroping dari pusat ke provinsi, kami ngambil sesuai dengan jumlah sasaran,” ujarnya.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Miftahul Arifin





