KABAR MADURA | Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan mendorong keberlanjutan Program Simpati Lansia melalui usulan pendanaan ke pemerintah pusat.
Upaya ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinsos Pamekasan Herman Hidayat Santoso, yang menilai bahwa program permakanan untuk lansia sebatang kara tersebut tidak dapat terus bergantung pada APBD daerah.
Program yang selama ini menghabiskan anggaran sekitar Rp6 miliar dari APBD ini dinilai rawan terhenti apabila tidak memperoleh dukungan pendanaan yang lebih stabil.
“Program ini harus terus ada. Kami di Dinsos berkomitmen mengawal agar layanan bagi para lansia tetap berjalan,” tegas Herman, Kamis (27/11/2025).
Untuk itu, Herman mengungkapkan, pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia guna membuka peluang agar Program Simpati Lansia dapat dibiayai melalui APBN.
Berdasarkan pendataan Dinsos, terdapat 421 lansia penerima manfaat yang tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan di 13 kecamatan se-Pamekasan. Mereka rata-rata hidup sendiri, tidak memiliki keluarga, atau memiliki anak yang merantau.
Program Simpati Lansia yang berjalan sejak 2021 ini memberikan bantuan permakanan dua kali sehari dengan nilai Rp20 ribu per lansia. Herman menyebut, pengalihan pendanaan ke pemerintah pusat merupakan langkah realistis mengingat kondisi keuangan daerah yang belum sepenuhnya stabil.
“Untuk menjaga layanan tetap berlanjut, sangat wajar jika pendanaan diarahkan ke APBN yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tukasnya (nur/zul)





