KABAR MADURA | Penampilan Ibnu Hajar saat membacakan refleksi pemikiran Bung Karno dalam rangkaian peringatan Bulan Bung Karno berhasil memukau para undangan yang hadir di Pendapa Agung Keraton Sumenep, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh DPD KNPI Sumenep bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut merupakan bagian dari rangkaian Kalender Event Sumenep 2026 sekaligus momentum untuk mengenang dan meneladani pemikiran Sang Proklamator Republik Indonesia.
Dengan penuh penghayatan, Ibnu Hajar membacakan refleksi pemikiran Bung Karno yang sarat nilai kebangsaan, persatuan, dan semangat perjuangan. Penampilannya mendapat apresiasi luar biasa dari para tamu undangan yang memenuhi Pendapa Agung Keraton Sumenep.
Suasana semakin khidmat ketika setiap bait refleksi yang dibacakannya mampu menggugah emosi hadirin. Beberapa kali gemuruh tepuk tangan menggema di dalam pendapa sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas penampilan yang memikat tersebut.
Kegiatan Bulan Bung Karno ini menjadi ruang refleksi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami kembali nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, dan pemikiran Bung Karno yang tetap relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara hingga saat ini.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Sumenep. Pusat acara berlangsung di Pendapa Agung Keraton dan diikuti secara bersamaan di pendapa 27 kecamatan se-Sumenep. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Kalender Even Sumenep 2026.
Ketua Panitia, Alif Rofiq menyampaikan dalam laporannya, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Bung Karno sebagai tokoh proklamator sekaligus penggali Pancasila yang pemikiran dan perjuangannya masih relevan hingga saat ini.
“Momentum awal bulan Juni ini menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenang jasa-jasa Bung Karno sekaligus merefleksikan nilai-nilai kebangsaan yang beliau wariskan. Semangat persatuan, gotong royong, dan nasionalisme harus terus hidup di kalangan pemuda,” paparnya.
Sementara itu Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan kegiatan tersebut, khususnya sebagai penggagas kegiatan.
“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada DPD KNPI Sumenep beserta seluruh elemen yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini. Semangat memperingati Bulan Bung Karno harus menjadi energi positif untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan kebangsaan,” terangnya.
Ia menjelaskan, Bulan Bung Karno akan diperingati selama satu bulan penuh melalui berbagai kegiatan yang bertujuan menanamkan kembali nilai-nilai perjuangan dan kebangsaan kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Menurutnya, meskipun Bung Karno telah lama meninggalkan bangsa Indonesia, namun gagasan, pemikiran, dan semangat perjuangannya tidak pernah padam. Bahkan hingga saat ini, banyak pemikiran Bung Karno yang masih menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Refleksi terhadap pemikiran Bung Karno menjadi sangat penting. Beliau memang telah wafat, tetapi gagasan dan api perjuangannya tetap hidup dan menjadi falsafah yang digunakan bangsa Indonesia hingga hari ini,” ungkapnya.
Bupati juga menegaskan, Indonesia dibangun di atas keberagaman. Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk menjalankan keyakinan dan kehidupannya secara damai.
Menurutnya, Sumenep menjadi salah satu contoh nyata bagaimana keberagaman dapat dirawat dengan baik. Beragam suku, budaya, bahasa, hingga agama hidup berdampingan secara harmonis di wilayah paling timur Pulau Madura tersebut.
“Sumenep memberikan teladan bagi Nusantara. Di sini rumah-rumah ibadah berdiri berdampingan dan masyarakat hidup rukun. Kita memiliki banyak pulau, budaya, dan bahasa, namun tetap bersatu dalam semangat kebersamaan. Inilah jalan menuju persatuan Indonesia,” tuturnya.
Lebih lanjut, Fauzi menekankan bahwa kegiatan refleksi Bulan Bung Karno ditujukan khusus kepada generasi muda agar mampu menjadikan pemikiran dan gagasan Bung Karno sebagai inspirasi dalam membangun daerah dan bangsa.
“Generasi muda harus menjadikan semangat Bung Karno sebagai pemicu untuk memajukan Sumenep dan Indonesia. Membangun memang tidak mudah, tetapi mempertahankan hasil pembangunan juga tidak kalah sulit. Karena itu semangat perjuangan harus terus dijaga,” pungkasnya. (ara/ong)





