KABARMADURA.ID | Setiap kelompok atau komunitas memiliki cara tersendiri untuk mengekspresikan kepedulian terhadap sesama yang kurang mampu. Seperti yang dilakukan Mandhala Senom, komunitas sosial yang terbentuk atas dasar kemanusiaan. Mereka konsisten melakukan kegiatan sosial kemanusiaan.
SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN
Digagas sejak tahun 2014 silam, Mandhala Senom terus bergerak di segala bidang, mulai dari sosial dan pendidikan. Warung kampung sedekah menjadi salah satu contoh kegiatan sosial yang rutin dilakukan setiap minggu.
Ketua Mandhala Senom Pamekasan Ach. Rofiqi mengatakan, pihaknya menyediakan warung makan dengan hanya membayar Rp2.000 maupun seikhlasnya bagi pengunjung. Semua itu dilakukan untuk membantu masyarakat tidak mampu.
“Menu setiap minggunya berubah, bisa lalapan, soto, dan lain lain. Tujuannya untuk membantu orang tidak mampu,” terangnya saat ditemui Kabar Madura, Minggu (26/11/2023).
Sementara di bidang pendidikan, yayasan yang kini berusia 8 tahun itu menyediakan bimbingan belajar (bimbel) secara gratis. Program itu memfasilitasi anak-anak yang tidak mampu membayar tempat les. Saat ini, terdapat 40 hingga 50 siswa dari tingkatan sekolah dasar. Jenis bimbelnya beragam, mulai dari mata pelajaran matematika, bahasa Inggris, kelas bakat, komputer, hingga tahfidz.
Sementara kegiatan lainnya juga ada bagi-bagi sembako yang rutin dilakukan setiap satu bulan sekali, bagi-bagi nasi gratis, dan menyediakan taman baca setiap hari minggu di taman kota Monumen Arek Lancor.
Rofiq menambahkan, semua kegiatan itu dilakukan sebagai aksi sosial yang diharapkan bisa membantu masyarakat kurang mampu. Menurutnya, itu sesuai dengan latar belakang didirikannya komunitas yang berpusat di Jalan Veteran No. 140 tersebut, yakni untuk memfasilitasi kesejahteraan masyarakat yang tidak mampu dengan seadanya.
“Mandhala Senom itu artinya pasukan muda. Sebagai solusi dan fasilitator untuk menampung mereka yang tidak mampu bayar les. Di sini semuanya gratis, termasuk relawannya. Tapi, alhamdulillah, kami punya donatur tetap dan tidak tetap,” tukas Rofiq.
Redaktur: Sule Sulaiman





