KABARMADURA.ID | SUMENEP-Lantaran belum disentuh program dari pemerintah, warga Pulau Arjasa mengeluhkan kualitas jalan, dalam hal ini jembatan yang kurang diperhatikan. Pasalnya, jembatan tersebut sangat tidak layak.
Fathorrahman, warga sekitar menuturkan bahwa sudah bertahun-tahun akses jalan di Desa Bilis-Bilis itu dibiarkan tanpa perawatan, sehingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan terutama roda empat.
“Kami sempat melakukan patungan untuk membuat jembatan alternatif dari kayu,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep Salamet Supriyadi mengaku sudah merencanakan perbaikan jembatan rusak itu. Dana yang dibutuhkan untuk perbaikan jembatan utama tersebut sekitar Rp3 miliar.
Maka dari itu, jembatan tersebut tidak bisa diperbaiki dalam waktu dekat ini. Apalagi sudah masuk tutup anggaran 2023. Dia meminta masyarakat Pulau Kangean yang akan menuju pelabuhan Batu Guluk Kecamatan Arjasa harus bersabar.
Salamet juga mengaku sudah mengetahui kondisi jembatan penghubung menuju pelabuhan Batu Guluk tersebut.
“Memang kami sudah melakukan perencanaan terkait pembangunan jembatan tersebut dan semoga di tahun 2024 fisik dari jembatan itu bisa terlaksana,” papar Salamet.
Anggarannya masih akan dicarikan. Sebab, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep 2024 sudah selesai diploting. Bahkan sudah masuk skala prioritas.
Selain faktor usia, rusaknya jembatan tersebut juga diakibatkan oleh kendaraan bermuatan berat yang sering melintas.
“Kami juga mengupayakan anggaran diluar APBD Sumenep,” pungkasnya.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Wawan A. Husna





