Langganan Banjir Tiap Tahun, Legislator Sumenep Minta Normalisasi Sungai Disegerakan

Berita112 views

KABAR MADURA | Anggota Komisi III DPRD Sumenep Mohammad Hanafi mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk segera mempercepat tahapan pengerjaan normalisasi dua sungai yang kerap kali menjadi penyebab utama banjir di wilayah Kota Sumenep.

Dua sungai itu adalah Sungai Kalianjuk di Dusun Barat Sungai, Desa Patean, Kecamatan Batuan, serta Kalimarengan di Desa Pabian, Kecamatan Kota.

Menurut politisi Partai Demokrat itu, pengerukan sungai harus disegerakan, mengingat intensitas hujan yang tidak menentu serta dampak banjir yang merugikan warga.

“Kami mendorong agar tahapan program ini dipercepat. Jangan menunggu hingga pertengahan tahun, karena cuaca saat ini sulit diprediksi. Masyarakat butuh langkah nyata dan cepat,” ujar Hanafi, Rabu (13/4/2025).

Baca Juga:  DPRD Sumenep Dorong Digitalisasi Transaksi untuk Tingkatkan PAD

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Sumenep Ery Susanto menjelaskan, pengerjaan proyek pengerukan sungai direncanakan terlaksana pada Mei atau Juni 2025 mendatang. Dia tidak menampik bahwa sedimentasi tinggi di dua sungai itu telah menyebabkan aliran air tersumbat dan mudah meluap ke pemukiman warga.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Normalisasi terakhir Kalimarengan dilakukan pada 2013 dan cukup efektif menekan banjir. Tapi karena kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah ke sungai, sedimentasi kembali terjadi. Sungai Kalianjuk sendiri terakhir dikeruk sekitar 2015 atau 2016,” jelasnya.

Meski kedua sungai itu di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata Ery, pihaknya sudah mengambil inisiatif dengan mengajukan permohonan resmi untuk normalisasi. Tidak hanya itu, Dinas PUTR juga mengusulkan pengerukan tambahan pada saluran pembuangan di arah timur pompa PT. Garam.

Baca Juga:  Terjerat Kasus Penggelapan Rp1 Miliar, Polres Pamekasan Tangkap Eks Anggota DPRD Sumenep

Sekadar diketahui, pekerjaan program normalisasi sungai itu akan menelan anggaran sebesar Rp1,6 miliar. Sebab itu, pihaknya berharap, program ini mampu secara signifikan mengurangi potensi banjir yang selama ini mengancam Kota Sumenep dan sekitarnya. 

“Anggarannya Rp1,6 miliar. Semoga nanti bisa mengurangi potensi terjadinya banjir,” tukasnya. (ara/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *