Lebih Dekat dengan Zia Ul Haq, Exco KUP Pojur yang Dikenal Pantang Menyerah dalam Meraih Kesuksesan

Harmoni136 views

KABAR MADURA | Bergelut di dunia bisnis bukan hal baru bagi seorang Zia Ul Haq. Direktur Executive Committee (Exco) Kelompok Usaha Produktif (KUP) Pojur ini sudah bergelut dengan dunia usaha sejak umur 16 tahun.

KHOYRUL UMAM SYARIF, PAMEKASAN

Berbisnis bagi seorang Zia Ul Haq sudah mandarah daging sejak dirinya masih remaja. Itulah yang menguatkannya untuk terus berkembang dan produktif.

Muaranya, dia kini bisa mencapai puncak kesuksesan. Baginya tiada kata menyerah dan tidak boleh gampang puas terhadap pencapaian yang diraih.

“Saya termasuk tipe orang tidak mau menyerah di satu pencapaian yang saya raih. Ketika saya mendapatkan A hari ini, saya cari tahu bagaimana menggunakan A ini menjadi barang jualan saya,” ujar pria yang akrab disapa Habib itu saat ditemui di kantor Pojur Pamekasan, Rabu (2/7/2025).

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Diceritakannya, banyak bisnis yang sudah dijalankannya semenjak kuliah di salah satu perguruan tinggi di Surabaya. Sampai saat ini jalan, salah satunya perusahaan yang menjual tiket penerbangan ke berbagai negara.

Sebelumnya, Habib Zia pernah membuka toko pakaian muslim, berbisnis sepeda motor, berbisnis sparepart sepeda motor, mencoba investasi di jual beli emas, dan pernah mencoba peruntungan di bisnis valuta asing.

Suami dari Jazilah Salim itu menyampaikan, di balik kesuksesan yang dicapainya hari ini terdapat sosok inspiratif yang selalu membimbingnya, yakni sang ibu. Ibunya selalu mendorong bagaimana dirinya terus menjadi terbaik meski menurutnya sudah sangat baik, makanya dia pantang menyerah atas apapun yang ingin dicapainya, sebab rasa optimis yang tertanam pada sosoknya sudah sangat ditekan sejak remaja.

“Beliau yang selalu mengingatkan saya, bagaimana menjadi seorang yang ketika diperlukan orang tanpa harus berpikir apa yang didapatkan dari orang itu. Percayakan saja pada Allah yang akan memberikan nilai lebih dari yang kamu berikan kepada orang lain. Itu nasihat beliau,”imbuhnya.

Tak hanya karir bisnis mantereng yang pernah dilaluinya, tetapi dia juga pernah berada di fase terendah dalam kurun waktu satu setengah tahun. Dia menarik diri dari dunia bisnis dan berhenti total dari urusan dunia; hanya fokus mendekatkan diri pada pencipta alam dan fokus beribadah.

Padahal waktu dia berada di posisi puncak dalam karir bisnisnya. Singkatnya, suatu ketika dia dipanggil pamannya untuk bisa beranjak kembali pada dunia yang pernah digeluti sebelumnya, supaya bisa berimbang antara urusan dunia dan akhirat.

“Saya pernah berada di titik nadir, ketika anak ketiga saya lahir, saya pernah mengalami distorsi kepercayaan diri. Saya merasa kok sepertinya bukan seperti manusia seutuhnya ya, ternyata harus lebih dekat dengan Tuhan, saya tidak memikirkan pekerjaan, saya stop semua pekerjaan saya itu,” terangnya.

Terkait bergabungnya Habib dengan KUP Pojur, ceritanya panjang sekali. Pijakannya adalah spirit yang dibangun oleh Prof. Achsanul Qosasi senada dengan spirit dirinya, makanya dia menilai Prof. AQ itu sebagai mind master.

“Yaitu sebagai guru, sebagai orang tua, sebagai sahabat, sebab darinya saya banyak belajar. Termasuk ketika berbisnis itu bukan hanya berpacu pada pencapaian materi saja dan bisa mensejahterakan diri sendiri, tetapi kemudian harus bisa bermanfaat bagi orang lain,” urainya.

Apalagi, Prof. AQ dinilainya memiliki semangat untuk memberdayakan orang Madura. Agar bisa setara dan mampu berdiri sejajar dengan orang-orang di luar Madura.

“Dulu ada namanya Persepam Madura United. Di situlah saya bertemu dengan sosok Prof. AQ, kemudian beliau mengajak di korporasi menjadi Pojur seperti hari ini. Jadi, Pojur itu dibuat dan dibentuk atas arahan dan kerja keras beliau,” ujarnya. (nam)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *