KABAR MADURA | Menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengimbau masyarakat untuk menikmati objek wisata lokal. Namun juga meminta untuk selalu waspada. karena diprediksi akan menghadapi cuaca ekstrem di awal musim penghujan.
“Bukan melarang ke luar Sumenep, tetapi masyarakat luar Sumenep bahkan Madura musim Nataru berdatangan ke Sumenep ini,” kata Fauzi.
Sajian objek wisata di Kota Keris ini beragam, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta, tergantung selera masyarakat. Sehingga disayangkan jika harus jauh-jauh ke luar Sumenep. Selain rugi secara waktu, juga butuh biaya besar jika berwisata di luar Sumenep.
“Wisata pantai banyak, wisata bukit juga ada, tinggal pilih sesuai keinginan,” paparnya mengenai pilihan objek wisata di Sumenep yang bisa dikunjungi..
Untuk masyarakat kepulauan, Cak Fauzi meminta untuk selalu waspada, karena ada potensi gelombang tinggi dan hujan lebat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sudah berkoordinasi dengan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) secara daring. Fokus utama adalah memastikan keselamatan pelayaran di perairan yang menjadi jalur utama penghubung antar-pulau.
Apalagi, menurut laporan BMKG Kalianget, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2025, dengan potensi gelombang tinggi mulai akhir Desember. Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) juga diprediksi memicu hujan lebat yang dapat memengaruhi aktivitas di perairan.
Pemkab Sumenep sudah mengambil langkah antisipatif. Yakni meminta pemilik kapal, terutama kapal tradisional yang sering melayani rute antarpulau untuk memastikan kelengkapan alat keselamatan seperti pelampung dan sekoci.
“Kami mengimbau pemilik kapal untuk selalu mengutamakan keselamatan penumpang dan mematuhi batas kapasitas muatan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (ara/waw)





