KABAR MADURA | Program kalender event yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep dipersoalkan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura.
Mereka menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Disbudporapar Sumenep, Senin (22/7/2024). Dalam orasinya, mahasiswa menuntut kepala Disbudporapar Sumenep agar mengevaluasi kegiatan kalender event yang tidak berdampak terhadap urgensi dan ekonomi masyarakat.
Mahasiswa juga menuntut agar mengevaluasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang telah tertelan untuk kalender event 2024.
“Disbudporapar terkesan menghambur-hamburkan anggaran untuk euforia semata,” kata korlap aksi, Deki Kurniawan, Senin (22/7/2024).
Ditegaskan, dari banyaknya event yang sudah dan akan digelar, beberapa event seakan dipaksakan untuk memenuhi keberlangsungan kegiatan event itu. Misalnya, layangan putus yang seharusnya bisa digelar oleh OSIS SMA, ternyata diambil alih oleh Disbudporapar Sumenep.
Selain itu, dinyatakan bahwa dana yang digelontorkan oleh Disbudporapar sangat tidak sebanding dengan target awal pendapatan asli daerah (PAD) senilai Rp874 juta. Seharusnya, dengan banyaknya event, mampu menyumbang PAD yang sangat besar. Akan tetapi, di lapangan malah sebaliknya.
“Ini bukti bahwa kegiatan hanya membuang anggaran saja,” bebernya.
Semestinya, lanjut ketua komisariat PMII UNIBA Madura ini, program atau kegiatan kalender event itu idealnya dirancang satu tahun sebelumnya, dengan target yang bisa terpenuhi dan strategis yang dapat mencakup semua kalangan masyarakat. Baik masyarakat Kota Sumenep maupun di pelosok desa.
“Buktinya saat ini kegiatan itu hanya dinikmati sendiri, tanpa melibatkan masyarakat seperti pada waktu hari ketupat di Wisata Lombang,” ucap dia.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep telah meluncurkan 104 kegiatan kalender event untuk tahun 2024. Peluncuran itu dilaksanakan pada pada 9 Desember 2023 lalu. Kegiatan itu terlaksana sejak awal tahun 2024 dengan anggaran senilai Rp2,8 miliar.
Sementara itu, Kepala Disbudporapar Sumenep Mohamad Iksan tidak menemui aksi itu, dia beralasan masih ada kegiatan yang tidak dapat diganggu.
“Maaf saya sedang ujian, silahkan ke pak sekdis yang menemui aksi itu,” singkatnya.
Sekretaris Disbudporapar Sumenep Akh Raisul Kawim mengapresiasi aspirasi dan masukan masyarakat, terlebih dari mahasiswa yang saat ini sedang menyuarakan terkait kalender event. Dirinya siap mengevaluasi dan akan berdiskusi dengan mahasiswa.
“Jika kalender event dianggap tidak ada dampak positif, maka ini menjadi evaluasi, tetapi saya ingin berdiskusi dengan mahasiswa dengan adanya data data ya,” ujarnya.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





