KABAR MADURA | Mahasiswa Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura kembali menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat desa melalui Program BEM untuk Desa, yang menjadi bagian dari gerakan Dikti Berdampak. Program ini tidak hanya fokus pada edukasi pertanian, tetapi juga membantu pemenuhan kebutuhan petani melalui distribusi pupuk bio super.
Mahasiswa turun langsung ke lahan pertanian untuk menyiapkan pupuk dan memastikan penyalurannya berjalan lancar. Dalam dokumentasi kegiatan, tampak para mahasiswa bekerja hingga malam hari untuk mengemas pupuk serta berinteraksi dengan petani setempat.
Salah satu mahasiswa UNIBA Madura yang terlibat, Ali Hafidz, mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program ini lahir dari dorongan untuk memberi manfaat konkret bagi petani.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai mahasiswa yang belajar teori di kelas, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang ikut membantu petani. Pupuk bio super ini kami pastikan sampai dan siap digunakan,” ujarnya.
Menurut Ali, terjun langsung ke lapangan membuat para mahasiswa memahami bahwa kebutuhan petani tidak hanya soal bantuan material, tetapi juga soal pendampingan.
“Petani adalah tulang punggung pangan kita. Saat kami membantu mereka meski dalam hal sederhana seperti mengemas dan menyalurkan pupuk, rasanya itu bagian dari tanggung jawab moral kami sebagai generasi muda,” katanya.
Program BEM untuk Desa mendapat apresiasi karena menegaskan semangat gotong royong mahasiswa dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kampus lain di Madura untuk meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.
Mahasiswa UNIBA Madura berharap kegiatan serupa dapat berlanjut dengan skala yang lebih besar, mencakup edukasi pupuk organik, teknik pertanian modern, hingga pendampingan UMKM desa. (ara/waw)






