DKPP Pamekasan memastikan tidak ada bantuan bibit tembakau dari APBD 2026 karena keterbatasan anggaran. Petani hanya mendapat bantuan terbatas dari provinsi melalui program demplot.
Pertanian Madura
Panen Raya 2026, Serapan Gabah Madura Melonjak hingga 30 Persen
Serapan gabah kering panen di Madura tahun 2026 meningkat hingga 30 persen. Bulog mencatat total serapan mencapai 2.600 ton dengan harga pembelian sesuai ketentuan Bapanas.
Bupati Fauzi Kagumi Melon Machida, Sumenep Siap Jadi Pusat Smart Farming Madura
Bupati Sumenep Achmad Fauzi kagum dengan pengembangan melon Machida di Desa Kasengan, Manding. Metode pertanian modern ini dinilai sebagai model smart farming masa depan yang meningkatkan kualitas, produktivitas, dan daya saing petani Sumenep.
Mahasiswa UNIBA Madura Salurkan Pupuk Bio Super untuk Petani Lewat Program BEM untuk Desa
Mahasiswa UNIBA Madura menyalurkan pupuk bio super kepada petani melalui Program BEM untuk Desa. Aksi ini wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap pertanian dan masyarakat desa.
Kepala DKPP Sumenep Serukan Poktan Lapor Jika Ada Kejanggalan Distribusi Alsintan
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid mengingatkan kelompok tani agar aktif mengawasi pendistribusian bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Ia menegaskan pentingnya transparansi dan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan penyimpangan, demi memastikan bantuan tepat sasaran dan mendukung modernisasi sektor pertanian.
HKTI Sampang Temukan Penjualan Pupuk Subsidi di Atas Harga Resmi
HKTI Sampang ungkap dugaan penjualan pupuk subsidi di atas harga eceran tertinggi (HET) dan desak pemerintah bertindak tegas lindungi petani.
Produksi Tembakau Sumenep Anjlok 50 Persen, DPRD Minta Pemkab Pastikan Harga Petani
Produksi tembakau Sumenep pada 2024 mencapai 11.309 ton dari 15.823 hektare, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Namun, pada 2025 luas tanam diprediksi turun hampir 50 persen akibat kekhawatiran harga yang tidak stabil. DPRD mendesak pemerintah menjamin tata niaga dan harga agar petani tidak kehilangan harapan.
Anggota DPR RI Slamet Ariyadi: KEK Madura Butuh Kolaborasi Para Pemimpin Daerah
Anggota DPR RI Slamet Ariyadi mendorong percepatan realisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Madura melalui kolaborasi antara legislatif dan eksekutif. Dia menilai potensi besar sektor tembakau dan garam dapat menjadi penggerak utama ekonomi Madura serta memperkuat kemandirian pangan daerah.
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.












