KABAR MADURA | Pada musim hujan di akhir tahun 2024 ini, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana mencatat 5.922 terserang diare, 1.692 kasus di antranya adalah balita.
Kepala Dinkes P2KB Sumenep drg. Ellya Fardasah melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Achmad Syamsuri mengakui bahwa jumlah tersebut cukup tinggi, wilayah paling tinggi adalah di Kecamatan Bluto.
“Penyakit diare ini terjadi kapan saja, tetapi pada saat hujan ini biasanya lebih banyak,” katanya, Senin (16/12/2024).
Menurutnya, masyarakat perlu mewaspadai penyakit yang disebabkan infeksi virus atau bakteri di usus besar yang berasal dari makanan atau minuman yang dikonsumsi tersebut. Selain itu, diminta mencegahnya dengan memastikan air dan makanan bersih hingga matang, menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan anak mencuci tangan, dan memberikan anak vaksin rotavirus.
“Saat ini juga yang perlu diantisipasi adalah banyaknya lalat yang hinggap pada makanan, setelah itu dimakan manusia, makanya banyaknya lalat saat ini dapat berpengaruh terhadap cepat terjangkitnya penyakit diare itu,” tuturnya.(imd/waw)
Penderita Diare di Sumenep
Balita: 1.692 kasus
Usia 5 tahun ke atas: 4.230 kasus
Total: 5.922 kasus
Paling tinggi di Kecamatan Bluto: 966 kasus
Paling Rendah di Kecamatan Batuan: 30 kasus





