KABAR MADURA | Tanggul jebol di Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, berdampak terhadap lahan pertanian warga.
Salah satu warga setempat, Moh Abdil, menyampaikan bahwa selain sektor pertanian, jebolnya tanggul itu berdampak pada akses jalan utama masyarakat sekitar, sehingga diperlukan perhatian cepat.
“Kami meminta agar pemerintah segera mengatasi persoalan ini, ini memang persoalan bencana alam, tetapi kan berkaitan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Abdil..
Akses jalan dan pertanian memang menjadi kebutuhan prioritas bagi warga sekitar, sehingga mestinya diantisipasi sejak awal. Warga juga kesulitan air bersih.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Ach Laily Maulidi mengaku akan mendatangkan sejumlah alat, di antaranya jumbo bag untuk mengatasi tanggul yang jebol tersebut.
Untuk mempermudah pemasangan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak desa agar menyediakan sejumlah bambu yang akan digunakan untuk menahan jumbo bag yang akan dipasang.
“Kami koordinasi dengan pemerintah desa di situ dan minta bantuan untuk mencarikan bambu sebagai penahan jumbo bagi,” ucap Laily mengenai langkah darurat yang diambil .
Dia menjelaskan, insiden itu disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi, sehingga debit air naik dan berhasil menjebol tanggul hingga kurang lebih sekitar 20 sampai 25 meter. Jebolnya tanggul tersebut mengakibatkan lahan pertanian masyarakat ikut tergenang air dan tujuh kepala keluarga juga terdampak banjir dari luapan tanggul.
“Kami masih melakukan pemantauan dari jarak jauh, kalau kerugian materi sementara masih belum bisa kami sampaikan,” pungkasnya. (ara/waw)





