Mengenal Lebih Dekat FRPB Pamekasan

News22 Dilihat

KABARMADURA.ID | Memberi dampak bagi masyarakat adalah pilihan. Apalagi dampak tersebut merekahkan senyum di iris bibir orang lain. Kepuasan tersendiri bagi mereka yang berbuat. Begitulah adanya Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan. Hadir untuk memberi bantuan dalam gerakan sosial terkhusus penanggulangan bencana.

SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN

Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan merupakan salah satu forum kemanusiaan yang bergerak di bidang sosial. Gerakan sosial tersebut dibangun untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terkait penanggulangan bencana. 

Pendiri sekaligus ketua FRPB Pamekasan Budi Cahyono mengatakan, inisiasi berdirinya forum itu untuk memberikan wadah bagi para relawan tidak terakomodir dengan baik.

Berdiri sejak 2014, tentu banyak hal yang sudah ditorehkan oleh para relawan FRPB, termasuk memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dalam konteks kebencanaan atau di luar kebencanaan. 

Budi Cahyono mengaku tidak mudah dalam menjalankan tugasnya sebagai relawan. Sebab, ia dan relawan lainnya mengalami kendala. Seperti minimnya operasional dan pendanaan. 

Baca Juga :  Setelah Sumenep UHC, Tanggungan Rp28 M Dibebankan ke Pusat

Selama ini, kata pria yang kerap disapa Budi itu, tidak pernah menggantungkan diri kepada pemerintah daerah terkait pendanaan. Kendati demikian, forum yang beranggotakan 63 orang itu sering mendapatkan bantuan dana ataupun lainnya dari pihak terkait. 

“Alhamdulillah, pemerintah selalu mendukung. Salah satunya memberikan bantuan pengadaan mobil yang kita modif jadi ambulance. Sehingga kita punya beberapa unit di sini. Kemudian pendanaan dari donatur, dan lainnya. Jadi kita bisa melakukan gerakan-gerakan sosial sesuai dengan visi misi forum ini,” katanya kepada Kabar Madura, Minggu, (8/1/2023)

Budi mengungkapkan, ada beberapa program maupun gerakan yang dilakukan oleh FRPB Pamekasan selama ini diantaranya, pelatihan kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat, layanan ambulance secara gratis, layanan peminjaman oksigen, dan pinjaman  kursi roda. Semua itu dilakukan untuk memberikan layanan bantuan kepada masyarakat.

Mengenai gerakan penanggulangan bencana, lanjut ASN Pemkab Pamekasan itu, tidak hanya dilakukan di wilayah Pamekasan. Namun, juga hadir ke beberapa daerah terdampak bencana.

Baca Juga :  Diyakini Geliatkan Ekonomi, Aliyadi Mustofa Dukung Reaktivasi Rel KA Madura

“Seperti bencana erupsi Gunung Semeru 2022 lalu, kita hadir ke Lumajang. Kita kirimkan personil dan sejumlah bantuan kesana. Peristiwa gempa bumi di Cianjur, kami juga turut ambil bagian, dan beberapa peristiwa kebencanaan di daerah lainnya,” tuturnya.

Meski tidak ada ketentuan khusus dalam proses rekrutmen, kata Budi, bukan berarti mengesampingkan kemampuan masing-masing anggota. Dirinya tetap memberikan edukasi khusus kepada para relawan terkait penanganan ketika bencana maupun kegiatan lainnya. Hal tersebut dilakukan guna memberikan pelayanan yang maksimal.

Karena permintaan masyarakat kompleks, lamjut Budi, pelayanan tidak hanya ketika ada bencana saja. Bahkan juga pernah memulangkan warga Pamekasan yang terlantar di daerah lain. “Makanya, kami membidik para relawan itu dengan beberapa kemampuan lainnya,” ungkap.

Redaktur: Moh Hasanuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *