KABAR MADURA | Jumlah luas lahan tanam tembakau 2024 meningkat dibandingkan pada tahun sebelumnya. Tahun ini tercatat mencapai 31.183 hektare, sedangkan pada 2023 sebanyak 22.289 hektare.
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Nolo Garjito menyampaikan, bertambahnya luas lahan tanam tembakau dipicu naiknya harga jual tembakau pada 2023 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga masyarakat berbondong-bondong menambah luas tanam tembakau untuk mengejar keuntungan yang lebih besar.
“Kami nilai penambahan luas lahan tanam ini sangat bagus sekali,” ujarnya, Minggu (18/8/2024).
Nolo menyebut, pihaknya memprediksi hasil panen secara umum akan mencapai 32 ribu hektare, dengan asumsi mayoritas per hektare bisa memproduksi 1 ton.
Secara terperinci, jumlah luas lahan tanam tembakau gunung 4.274 hektare, tembakau tegal 18.180 hektare, dan tembakau sawah 8.729 hektare. Jumlah tersebut tersebar di 13 kecamatan dan Kecamatan Galis menjadi yang paling sedikit menggunakan lahannya untuk bertani tembakau.
“Masa tanam tembakau dimulai sejak Mei 2024 sampai Juni akhir,” ungkapnya.
Pihaknya berharap, bertambahnya luas lahan tembakau bisa berdampak baik terhadap peningkatan kesejahteraan petani tembakau.
Sekadar diketahui, berdasarkan data yang dihimpun oleh DKPP Pamekasan, tidak semua kecamatan masuk dalam kategori tembakau gunung, kurang lebih hanya 7 kecamatan dari 13 kecamatan yang ada.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Sule Sulaiman





