KABAR MADURA | Distribusi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pamekasan kembali menuai sorotan. SMAN 2 Pamekasan selaku penerima manfaat menolak pendistribusian menu MBG, Senin (9/3/2026). Penolakan itu dilakukan karena menu yang dikirim dinilai tidak layak dikonsumsi oleh siswa.
Kepala SMAN 2 Pamekasan Moh. Arifin mengatakan, total ada 1.113 porsi MBG yang akhirnya dikembalikan karena dianggap tidak memenuhi standar kelayakan.
“Masak untuk tiga hari menunya tempe dua iris, tahu dua iris, dan disatukan dengan lele mentah. Bahkan ada yang masih hidup. Jadi baunya amis. Khawatir jika didistribusikan justru menjadi bumerang bagi siswa,” jelasnya.
Arifin mengungkapkan, persoalan terkait menu MBG sebelumnya juga pernah terjadi. Pihak sekolah sempat menemukan jus yang sudah tidak layak konsumsi serta buah yang terdapat ulat.
Pihaknya berharap program MBG dapat terus berjalan dengan memperhatikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.
“Sebelumnya jika ada yang tidak sesuai, kami tegur dan masih ada komunikasi. Tapi yang kali ini, kami khawatir justru bisa menjadi racun bagi siswa,” katanya.
Sementara itu, Ahli Gizi SPPG Yayasan As-Salman Buddagan Fikri Muttawakil membenarkan adanya penolakan menu yang dilakukan oleh pihak sekolah. Dia menjelaskan, menu lele yang dipersoalkan ity merupakan lele marinasi yang dipilih dengan pertimbangan menjaga kandungan gizi.
Menurutnya, proses pengolahan lele hingga dua kali justru dapat mengurangi nilai gizinya. Pihaknya juga mengaku telah melakukan uji coba terhadap menu itu sebelum didistribusikan.
“Selain lele, paket MBG yang didistribusikan juga dilengkapi dengan menu lain, seperti telur rebus, buah, dan susu, dan komponen lain,” jelasnya.
Fikri menambahkan, aroma amis pada lele marinasi memang masih tercium. Namun menurutnya, hal itu masih dalam batas wajar.
Dia juga mengungkapkan, proses pengolahan makanan dimulai sejak pukul 01.00 dini hari. Setelah dimasak, makanan kemudian disimpan di dalam freezer sebelum didistribusikan ke masing-masing sekolah.
Total penerima manfaat MBG dari dapur SPPG tersebut mencapai 2.441 porsi yang disalurkan ke beberapa sekolah. Dari jumlah tersebut, hanya SMAN 2 Pamekasan yang mengembalikan makanan sebanyak 1.113 porsi.
“Untuk lele yang sudah dimarinasi itu, tergantung nanti hasil koordinasi dengan mitra, apakah akan disedekahkan atau bagaimana. Tapi yang pasti lelenya saat ini ada di freezer,” pungkasnya. (nur/zul)





