Mimbar Aspirasi Sumpah Pemuda, Aktivis Cipayung Pamekasan Tegas Kawal Konflik Sosial

News187 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Sejumlah organisasi mahasiswa yang mengatasnamakan Cipayung Pamekasan menggelar Mimbar Aspirasi, Sabtu (28/10/2023) di Monumen Arek Lancar. Kegiatan yang diselenggarakan oleh HMI, PMII, dan GMNI se Pamekasan itu, sebagai refleksi dalam memeperingati sumpah pemuda.

Berbagai macam persoalan dan konflik sosial di Pamekasan menjadi fokus  utama di dalamnya. Beberapa diantaranya adalah maraknya tambang ilegal di Bumi Ratu Pamelingan yang tak kunjung menemukan titik terang.

Ketua Cabang PMII Pamekasan Homaidi mengatakan, pihaknya akan terus mengawal persoalan lingkungan hidup tersebut. Sebab menururtnya, galian C itu bisa berdampak buruk.

“Ratusan tambang ilegal dibiarkan tanpa kejelasan. Selama 3 tahun ini kami konsisten mengawal itu, dan akan terus konsisten mengawal hingga akhir,” terangnya saat menyampaikan orasi, Sabtu (28/10/2023)

Persoalan lain disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) GMNI Pamekasan Syuhada. Dikatakan, kesejahteraan petani atau nelayan di kota berjuluk Gerbang Salam ini masih cukup memperihatinkan.

Seperti kelangkaan dan mahalnya harga pupuk yang terus menerus dialami oleh masyarakat. Menurutnya, pemerintah daerah harus tegas dalam mencari solusi terkait hal tersebut.

“Contoh lain yang kami kawal ada sengketa lahan di Desa Tanjung, Pademawu. Itu sudah tugas mahasiswa untuk mengawalnya,” papar Syuhada.

Sementara itu, Ketua HMI Cabang Pamekasan Fathorrahman mengatakan, kolaborasi tiga organisasi mahasiswa itu sebagai kontrol sosial terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap tidak mendukung kesejahteraan masyarakat.

“3 organisasi besar ini sebagai kontrol atas ketimpangan hukum yang tidak pro dengan rakyat kecil,” tegasnya.

Sementara itu, Lora Abbas Muhammad Rofii yang juga hadir dalam Mimbar Aspirasi itu menekankan, kegiatan tersebut untuk membangun semangat anak muda dalam menyongsong masa depan melalui aspirasi-aspirasinya.

“Kegiatan ini  sama sekali tidak ada unsur politik praktis. Hanya semata-mata untuk mengingatkan peran pemuda dalam menciptakan masa depan yang berbasis pancasila,” ungkap kyai muda tersebut.

Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Miftahul Arifin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *