KABAR MADURA | Wajib menyiapkan ruang isolasi bagi pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Itulah yang dilekatkan pada 21 Pusat Layanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di 13 kecamatan di Pamekasan.
Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan dr. Saifuddin, Senin (14/7/2025). Menurutnya, penyiapan ruang isolasi di 21 Puskesmas sebagai antisipasi dalam menyebarnya Covid-19 di Jawa Timur (Jatim), termasuk di Surabaya sudah tercatat ada 25 kasus yang terinventarisasi. Pelayanan di Puskesmas bagian dari garda terdepan, makanya penting untuk disiapkan isolasi.
“Puskesmas sebagai lini pertama, yang bisa mendeteksi awal bagaimana penyakit Ispa. Nanti kalau ada tanda-tanda ke arah sana, kita bergerak sigap. Sejauh masih bisa ditangani Puskesmas, ya ditangani,” ujarnya.
Tak hanya di 21 Puskesmas, di semua rumah sakit, baik yang swasta dan milik pemerintah harus sudah melakukan berbagai antisipasi. Pasalnya, jika di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) tidak mampu memberikan layanan, rumah sakit tersebut akan menjadi lokasi rujukan para pasien.
“Kalau menunjukkan tanda-tanda Covid-19 akan dites dulu. Kalau positif Covid-19, mungkin dilakukan rujukan kalau berat,” ujarnya.
Khusus Pamekasan, kata Saifuddin, jumlah kasus Covid-19 masih belum ditemukan sampai berita ini disampaikan, makanya dia meminta berbagai pihak untuk bisa memproteksi dirinya supaya terhindar dari Covid-19.
“Jadi kami meminta warga Pamekasan untuk mewaspadai Covid-19, karena di Jawa Timur sudah mulai muncul. Pamekasan masih nol, belum ada laporan,” imbuhnya. (rul/nam)





