KABAR MADURA | Program beasiswa santri terus disediakan di setiap tahunnya, namun nominal yang biasanya diterima Rp3,5 juta per santri itu menyusut jadi Rp2 juta per santri.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep Achmad Dzulkarnain mengatakan, dana yang dikucur dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep 2023 itu hanya sebesar Rp2 juta per santri.
“Tahun ini sudah ada rampung datanya, tinggal proses realisasinya, tinggal nanti tahapan selanjutnya yakni verval (verifikasi dan validasi),” kata dia.
Persoalan persyaratan, juga ada kelonggaran, yang terpenting santri dan tidak harus berstatus mahasiswa. Apalagi untuk calon penerima sudah ada nama-namanya. Namun, persyaratan yang diperhatikan adalah santri harus bermukim paling sebentar 1 tahun dengan melampirkan keterangan.
Menurutnya, target atau manfaat dari adanya program tersebut banyak dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan biaya untuk menyekolahkan anaknya. Sebanyak 100 santri yang sudah tercakup dalam program beasiswa santri tahun ini.
Masyarakat yang ingin mendaftarkan putranya untuk bisa tercakup dalam program beasiswa santri, harus mendatangi Dinsos P3A Sumenep.
“Jadi mereka yang mendapat beasiswa santri wajib santri yang benar-benar mukim di pondok,” jelasnya.
Sementara itu, anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Samioeddin meminta data santri harus lebih transparan dan diketahui masyarakat Sumenep secara luas.
“Tidak banyak masyarakat yang mengetahui di mana daftarnya itu harus jelas,” paparnya.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Wawan A. Husna





