OKK PWI Jadi Tahap Wajib Kaderisasi Wartawan Profesional

Berita7 views

KABAR MADURA | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumenep kembali menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Angkatan XXV Tahun 2026 PWI Jawa Timur di Ruang III Lantai I Universitas PGRI (UPI) Sumenep, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan itu menjadi tahapan awal yang harus dilalui para wartawan yang ingin bergabung sebagai anggota PWI. Selain sebagai proses kaderisasi, OKK juga berfungsi sebagai sarana pembentukan pemahaman dan karakter profesional bagi calon anggota organisasi.

Ketua PWI Sumenep, Faisal Warid, menyampaikan, OKK memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas dan kredibilitas anggota. Menurutnya, PWI menerapkan mekanisme keanggotaan yang terukur sehingga setiap wartawan yang bergabung benar-benar memahami profesi dan tanggung jawabnya.

Dia menjelaskan, calon anggota tidak dapat memperoleh status keanggotaan secara otomatis. Mereka diwajibkan mengikuti OKK serta memenuhi persyaratan lain, termasuk memiliki sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai bentuk pengakuan kompetensi profesi.

“Melalui OKK, kami ingin memastikan setiap calon anggota memahami dasar-dasar jurnalistik, aturan organisasi, hingga etika yang menjadi pedoman dalam menjalankan tugas kewartawanan,” kata Warid.

Menurutnya, profesionalisme seorang wartawan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan berita, tetapi juga oleh kepatuhan terhadap kode etik, pemahaman regulasi pers, dan integritas dalam bekerja.

Karena itu, pembinaan sejak tahap awal dinilai penting agar anggota PWI mampu menjaga kehormatan profesi sekaligus menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan bertanggung jawab.

“Anggota PWI harus memiliki pemahaman yang utuh tentang profesinya serta menjunjung tinggi integritas dalam setiap aktivitas jurnalistik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim menilai, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar di tengah perkembangan teknologi informasi yang berlangsung sangat cepat.

Menurutnya, derasnya arus informasi saat ini menuntut wartawan untuk tetap memegang teguh prinsip-prinsip jurnalistik, mulai dari akurasi, independensi, hingga etika profesi.

Ia menambahkan, OKK merupakan bagian penting dari proses regenerasi organisasi karena memberikan bekal pengetahuan dasar kepada calon anggota mengenai dunia pers sekaligus tanggung jawab yang melekat pada profesi wartawan.

Baca Juga:  Tiga Peserta Magang Kemenaker 2026 Resmi Selesaikan Program Magang di Kabar Madura

“PWI membutuhkan anggota yang kompeten, profesional, dan berintegritas. Karena itu seluruh calon anggota harus mengikuti tahapan yang telah ditentukan organisasi,” tegasnya saat membuka kegiatan.

Dalam pelaksanaan OKK, peserta mendapatkan materi sekaligus mengikuti evaluasi terkait berbagai aspek kewartawanan dan organisasi. Materi yang diberikan meliputi Undang-Undang Pers, kemerdekaan pers, perlindungan pers, Kode Etik Jurnalistik, AD/ART PWI, PPRA, PPMS, delik pers, asas praduga tak bersalah, hingga jenjang kompetensi wartawan.

Materi tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Djoko Tetuko Abdul Latif, serta Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Jawa Timur, Wahyu Kuncoro.

Seluruh rangkaian materi menjadi bagian dari proses standardisasi calon anggota agar memiliki pemahaman yang memadai mengenai profesi jurnalistik, etika, hukum pers, dan tata kelola organisasi PWI sebelum resmi menjadi anggota. (ara/ong)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *