Paguyuban Pengusaha Rokok di Sumenep Teguhkan 5 Asta Cita

Ekonomi115 views

KABAR MADURA | Semangat pembentukan Paguyuban Pengusaha Rokok di Sumenep, salah satunya untuk menstabilkan harga tembakau sehingga berpihak kepada para petani.

Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok Syafwan Wahyudi menegaskan, terdapat lima tujuan utama di dalamnya, yakni peningkatan penerimaan negara, peningkatan PAD dan bagi-hasil cukai, menstabilkan harga tembakau yang layak, terciptanya ekosistem usaha produk tembakau beserta turunannya, dan kesejahteraan petani tembakau.

“Saya diminta untuk menjadi ketua paguyuban tersebut. Tentunya atas sebuah kesepakatan dan visi yang sama dari seluruh anggota paguyuban,” ujarnya.

Menurut Udik, sapaan akrab Shofwan Wahyudi, kesejahteraan masyarakat masyarakat Madura hanya ditopang oleh dua komuditas, yakni tembakau dan garam.

Pihaknya bersepakat, untuk memperbaiki sistem produksi dan distribusi komoditas tembakau. Paguyuban akan bersama-sama menjalankannya dengan penuh tanggung jawab.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Ia menilai, siapa pun pemimpin di Sumemep, baik Bupati, Wabup, Kapolres, Dandim, Forkopimda, serta pihak lainnya yang berhasil menstabilkan harga tembakau, akan dikenang oleh masyarakat.

Baca Juga:  Ketua APSI Jatim: Bocornya Surat Pemanggilan KPK Jadi Sumber Kegaduhan Sosial!

“Saya diminta oleh anggota paguyuban untuk menjadi ketua, saya bersedia. Tapi harus diingat bahwa ini bukan untuk gagah-gagahan, bukan hanya predikat ketua. Tapi ini adalah sebuah tantangan yang tak mungkin saya jalankan sendiri,” paparnya.

Dijelaskan Udik, pihaknya butuh waktu untuk mencapai keseimbangan yang ideal menuju lima tujuan utama yang telah dicanangkan itu.

Menurutnya, dalam upaya menuju keseimbangan tersebut, dimulai dengan edukasi yang baik terhadap pengusaha yang saat ini masih berjalan secara tradisional.

“Jika kita terlalu ketat, titik keseimbangan akan semakin membutuhkan waktu yang lama. Jika terlalu longgar, maka kita dianggap tidak serius untuk menertibkannya,” ujarnya.

Butuh kebersamaan, sebab ia sadar jika adanya disparitas harga yang tinggi antara “rokok kampung dan rokok kota”, maka siasat “kong-kalikong” akan terus terjadi.

Baca Juga:  Bertemu Bupati Pamekasan, Pengusaha Ingin Hapus Stigma Negatif Rokok Madura

Kondisi tersebur secara perlahan akan dtertibkannya. Sebab hal itu dinilai tidak baik, terutama bagi image pengusaha Madura. Sementara yang diinginkan ialah berada dalam ekosistem usaha yang sehat.

“Jika kita terus main kucing-kucingan, maka sistem tidak berjalan. Ini ibarat balon elastis, dipencet di sana melembung di sini. Ketat di sana, longgar di sini, pengusaha akan mencari jalan sendiri,” ungkapnya.

Untuk itu, tambah Udik, tugas pihaknya bukan memencet balon tersebut, melainkan membesarkan balon tersebut sehingga menjadi pelindung kesejahteraan menuju lima tujuan tadi. (ara/ong/nam)

5 ASTA CITA PEGUYUBAN PENGUSAHA ROKOK

1. Peningkatan penerimaan negara;
2. Peningkatan PAD dan bagi-hasil cukai;
3. Menstabilkan harga tembakau yang layak;
4. Terciptanya ekosistem usaha produk tembakau beserta turunannya;
5. Kesejahteraan petani tembakau.

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *