Ketua APSI Jatim: Bocornya Surat Pemanggilan KPK Jadi Sumber Kegaduhan Sosial!

Berita, Headline159 views

KABAR MADURA | Pemanggilan 18 pengusaha rokok di Madura oleh KPK memicu polemik di ruang publik. Informasi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial hingga pemberitaan, meski surat pemanggilan disebut bersifat rahasia.

Menanggapi hal itu, Ketua DPW Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Jatim Sulaisi Abdurrazaq, menilai kegaduhan yang muncul justru memperkeruh situasi dan berpotensi menyudutkan pihak tertentu sebelum ada kejelasan resmi.

Menurutnya, perusahaan yang dipanggil telah menerima surat tersebut secara prosedural. Namun, kebocoran informasi ke publik dinilai menimbulkan persepsi negatif, seolah-olah telah terjadi pelanggaran, padahal proses hukum masih berjalan.

“Seharusnya hal seperti ini tidak langsung digiring ke opini publik. Surat itu sifatnya rahasia, tapi sudah ramai di luar dan membentuk stigma,” ujarnya.

Baca Juga:  Buron hingga NTB, Ibu dan Anak Spesialis Pencuri Emas Diamankan Polres Pamekasan 

Lebih jauh, dia menyoroti kondisi industri rokok dan nasib petani tembakau, khususnya di Madura, yang dinilai semakin tertekan. Ia menyebut regulasi yang ada, mulai dari undang-undang hingga peraturan turunan, belum berpihak pada petani.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Sejak dulu, tidak ada regulasi yang benar-benar memihak petani tembakau. Bahkan dengan adanya undang-undang kesehatan, posisi petani semakin terdesak,” tegasnya.

Sulaisi juga menilai, petani tembakau kerap menjadi pihak yang paling dirugikan di tengah dinamika industri dan kebijakan negara. Ia bahkan menyebut adanya potensi pemiskinan struktural terhadap petani jika kondisi ini terus berlanjut.

Di sisi lain, dia mendorong penguatan industri rokok lokal di Madura sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Menurutnya, semakin banyak perusahaan rokok lokal yang berkembang, maka serapan hasil tembakau petani juga akan meningkat.

Baca Juga:  Kades Pragaan Daya Sumenep Ditahan, Tersangka Dugaan Korupsi Dana Desa

“Kalau industri rokok di Madura berkembang, petani tembakau juga akan ikut sejahtera. Ini juga berdampak pada peningkatan penerimaan negara dari cukai,” katanya.

Dia mengingatkan, jika tekanan terhadap petani dan pelaku industri terus terjadi tanpa solusi, bukan tidak mungkin akan muncul gejolak sosial.

“Situasi yang terus menekan bisa memicu reaksi besar. Bahkan, tidak menutup kemungkinan perubahan besar bisa dimulai dari Madura,” pungkasnya. (rul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *