KABAR MADURA | Penyerapan gabah kering panen (GKP) di wilayah Madura menunjukkan peningkatan signifikan pada tahun 2026. Perum Bulog mencatat adanya kenaikan serapan hingga sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Musim panen di Madura diprediksi berlangsung pada Februari hingga April 2026. Dalam proses penyerapan gabah, Bulog berkolaborasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), serta melibatkan Babinsa dan brigade pangan dari Kementerian Pertanian.
Pemimpin Cabang Bulog Madura Ahmad Rofii menyampaikan, harga pembelian gabah kering tetap mengacu pada ketentuan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Bulog membeli gabah kering panen 6.500 per kg, sesuai peraturan Bapanas. kalau untuk serapan saat ini, kita meningkat dari tahun kemaren sekitar 30 persen,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Rofii menjelaskan, peningkatan itu terlihat dari jumlah serapan gabah yang terus bertambah dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kemarin kita serap 2.000 ton, sekarang sudah mencapai 2.600-an ton,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rofii mengungkapkan, salah satu sentra produksi utama di Madura berada di wilayah Bangkalan. Daerah itu dinilai memiliki keunggulan karena mampu melakukan panen hingga dua sampai tiga kali dalam setahun. Sementara itu, daerah lain umumnya hanya satu hingga dua kali panen, sebab sebagian petani juga menanam tembakau.
Ke depan, kata Rofii, Bulog Madura menargetkan peningkatan serapan gabah dengan menggandeng lebih banyak pihak, termasuk penggilingan padi.
“Kami akan usahakan bertambah. Kami masih mengajak dan edukasi penggilingan-penggilingan untuk membantu dalam pengolahan gabah-gabah yang kita serap menjadi beras, yang mana sesuai dengan aturan Bapanas,” tukasnya. (km96/zul)





