KABARMADURA.ID | SUMENEP -Pelaksanaan normalisasi sejumlah sungai di wilayah Sumenep melenceng dari rencana. Salah satu kendalanya, akibat terkendala administrasi. Sehingga pekerjaan yang sudah direncanakan paling lambat September hingga awal November tahun ini belum juga ada aktivitas normalisasi sungai.
Meski realisasinya tidak sesuai rencana atau molor, pekerjaan tetap dituntaskan tahun ini. Sebab tahapannya sudah tanda tangan kontrak. Bahkan pekerjaan tersebut tidak membutuhkan waktu yang cukup lama. Maksimal 60 hari kerja.
“Sesuai rencana kami, normalisasi akan kami realisasikan untuk dua sungai. Masing-masing, Sungai Muangan Kecamatan Saronggi dan Sungai Desa Torbang Kecamatan Batuan,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep Eri Susanto, melalui Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air Hendri Hartono, Rabu (11/1/2023).
Menurutnya, dua pekerjaan normalisasi dianggarkan Rp1 miliar. Sebagai antisipasi melampaui deadline pekerjaan, maka pekerjaan akan diupayakan segera tuntas. Namun, tetap fokus terhadap kualitas pekerjaan.
“Adanya normalisasi ini, tidak lain untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Karena dua sungai ini jika sesak dengan sampah cukup berpotensi menimbulkan luapan air yang cukup besar. Normalisasi ini harus tuntas sebelum musim penghujan,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Sumenep Dulsiam mengaku sudah mewanti-wanti instansi terkait agar agar kegiatan normalisasi sungai segera direalisasikan. Bahkan, dari awal perencanaan sudah mengimbau dinas terkait menuntaskan pekerjaan tersebut.
“Dengan target, paling tidak di bulan Oktober sudah tuntas pekerjaannya. Tapi fakta di lapangan hingga saat ini normalisasi sungai belum juga dikerjakan,” responnya.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Totok Iswanto





