Pemanfaatan ADM Kependudukan Pamekasan Sepi dan Tidak Terdata

News79 views

KABAR MADURA | Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Pamekasan belum pastikan jumlah  warga yang telah memanfaatkan rumah mesin anjungan dukcapil mandiri (ADM) dalam mengurus administrasi kependudukan-nya.

Keberadaan rumah ADM tersebut sudah diresmikan sejak November 2023 lalu. Lokasinya di  di Jalan Kabupaten, Pamekasan, tepatnya  di sisi timur kantor Pemerintah Kabupaten Pamekasan.

Staf ahli muda Dispendukcapil Pamekasan M. Alfin Nour berharap ADM dapat mempermudah masyarakat dalam mengurus penerbitan administrasi kependudukan seperti kartu keluarga (KK), kartu identitas anak (KIA), akta nikah, akta kematian, dan akta kelahiran.

Kendati demikian, pihaknya mengaku hanya menargetkan di bidang aktivasi aplikasi identitas kependudukan digital (IKD) yang ditetapkan sebanyak 20 ribu aktivasi sepanjang tahun 2024 ini.

Baca Juga:  Kepala Dispendukcapil Pamekasan Bantah Ada Pemanggilan Kejari Terkait Polemik Sumbangan Bimtek Rp2,6 Juta

“Kami tidak dapat menentukan berapa jumlahnya, apalagi kami tidak punya target di situ serta tidak adanya buku tamu yang standby di sana,” tuturnya.

Alfin menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, Dispendukcapil Pamekasan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, baik antar organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga pendidikan, kecamatan hingga ke perangkat desa yang tersebar di 13 kecamatan. Sejauh ini, sekitar 11 ribu aktivasi, namun mayoritas diisi warga perkotaan.

“Mungkin kelihatannya memang sepi, namun saya yakin lambat laun (ADM) akan dibutuhkan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Imam Hosairi mengatakan, pemanfaatan rumah ADM itu sudah menjadi kewajiban Dispendukcapil Pamekasan, apalagi pengadaanya banyak menghabiskan anggaran. Maka perlu adanya sosialisasi yang lebih maksimal, tidak hanya dilakukan satu kali.

Baca Juga:  Kepala Dispendukcapil Pamekasan Bantah Ada Pemanggilan Kejari Terkait Polemik Sumbangan Bimtek Rp2,6 Juta

Dia berharap, anggaran yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah tidak sia-sia dengan adanya ADM.

“Jika tidak ada datanya, kemungkinan tidak ada yang memanfaatkan, maka perlu dimaksimalkan agar masyarakat tahu adanya fasilitas itu,” tegasnya.

Pewarta: Moh. Farid

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *